Cegah Dampak Karhutla, Pemkot Pekanbaru Terapkan 2 Hari PJJ untuk TK-SMP
Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama dua hari, Senin (7/9) dan Selasa (8/9), bagi peserta didik PAUD hingga SMP menyusul kualitas udara yang menurun akibat kebakaran hutan dan lahan. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menjelaskan keputusan tersebut berdasarkan data BMKG yang mencatat konsentrasi PM2,5 sebesar 199,23 µg/m³, serta pertimbangan Dinas Kesehatan dan dokter spesialis paru terkait meningkatnya kasus ISPA pada anak-anak sebagai kelompok rentan. Sementara itu, BMKG memprakirakan terdapat peluang hujan pada 8-10 September yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas udara, didukung upaya teknologi modifikasi cuaca di Provinsi Riau.
Poin-Poin Utama
- Pekanbaru pemerintah terapkan PJJ untuk PAUD, TK, SD, dan SMP imbas karhutla.
- PJJ berlangsung dua hari, Senin (7/9) dan Selasa (8/9) 2026.
- BMKG catat konsentrasi PM2.5 pukul 19.00 WIB sebesar 199,23 µg/m³.
- DLH lakukan pemantauan ISPU secara berkala.
- Dokter spesialis paru dr. Indra Yovi bersama Dinas Kesehatan berikan pertimbangan kesehatan.
- Terdapat peningkatan kasus ISPA, termasuk pada anak-anak.
- Anak-anak, lansia, dan penderita penyakit penyerta masuk kelompok rentan.
- Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho nyatakan Pekanbaru zero titik api.
- Kondisi asap dan kualitas udara dapat berubah karena arah dan pergerakan angin.
- BMKG prakirakan peluang hujan di Riau, termasuk Pekanbaru, pada 8, 9, dan 10 September.
- Upaya teknologi modifikasi cuaca diharapkan perluas wilayah hujan di Riau.
- Kegiatan ekonomi dan pelayanan publik di Pekanbaru tetap berjalan.
- Siswa tidak diliburkan, melainkan belajar daring dari rumah.
- Keputusan diambil berdasarkan data BMKG, DLH, dan pertimbangan Dinas Kesehatan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.