MUI ajak gelar Shalat Istisqa agar hujan turun dan karhutla berakhir
MUI mengajak umat Islam di Indonesia menggelar Shalat Istisqa untuk memohon turunnya hujan agar kekeringan dan karhutla di sejumlah provinsi segera berakhir. Menurut Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis, shalat tersebut merupakan ikhtiar spiritual yang melengkapi upaya teknis pemerintah dan petugas pemadam kebakaran. Fenomena kemarau tahun ini memicu krisis air bersih dan peningkatan titik panas, dengan Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi prioritas utama penanganan karhutla.
Poin-Poin Utama
- MUI mengajak umat Islam di seluruh Indonesia gelar Shalat Istisqa.
- Shalat Istisqa bertujuan memohon hujan turun dan mengakhiri kekeringan serta karhutla.
- Wakil Ketua Umum MUI Cholil Nafis menyatakan ajakan tersebut pada Jumat.
- Shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual saat menghadapi musibah kekeringan berkepanjangan.
- Shalat Istisqa melengkapi usaha teknis dan fisik pemerintah serta petugas pemadam.
- Doa bersama dinilai sebagai dorongan moral dan spiritual bagi petugas lapangan.
- Kemarau panjang memicu krisis air bersih di kawasan pemukiman warga.
- Titik panas (hotspot) di kawasan hutan Indonesia mengalami perluasan.
- Kondisi karhutla mengganggu aktivitas harian masyarakat di sejumlah wilayah.
- Paparan asap karhutla mengancam kesehatan masyarakat terdampak.
- Menhut Raja Juli Antoni menyebut tren hotspot Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali meningkat.
- Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi provinsi prioritas utama penanganan karhutla secara nasional.
- Hotspot keduanya sempat menurun namun kini naik kembali.
- MUI berharap pengurus masjid dan masyarakat terdampak segera koordinasikan Shalat Istisqa berjamaah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.