Ikatan Pilot Indonesia Ungkap Bahayanya Abu Vulkanik untuk Mesin Pesawat
static. Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada 6 September 2026 menyebabkan delapan bandara ditutup, dengan 1.588 penerbangan tertunda dan sekitar 170.000 calon penumpang batal terbang. Ikatan Pilot menekankan bahwa dampak terhadap keselamatan penerbangan dapat dikelola melalui sistem informasi, mitigasi risiko, koordinasi antarpemangku kepentingan, dan keputusan operasional yang tepat, karena bahaya abu vulkanik tidak selalu terdeteksi secara visual.
Poin-Poin Utama
- Ikatan Pilot Indonesia menyatakan abu vulkanik rawan memicu bahaya serius bagi mesin pesawat.
- Abu vulkanik berpotensi memicu engine surge hingga flame out, yaitu hilangnya pembakaran dan dorongan mesin.
- Ketua Ikatan Pilot Indonesia Kapten Muammar Reza Nugraha menyampaikan pernyataan tersebut dalam siaran pers pada Senin (7/9/2026).
- Kementerian Perhubungan mencatat delapan bandar udara ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Sebanyak 1.588 penerbangan tertunda pada Minggu (6/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik tersebut.
- Sekitar 170.000 calon penumpang pesawat batal terbang pada Minggu (6/9/2026).
- Delapan bandara yang ditutup adalah Soekarno-Hatta, Radin Inten II, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Budiarto, Pondok Cabe, Muhammad Taufik Kiemas, dan Atung Bungsu.
- Maskapai Citilink menutup turbin pesawatnya di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9/2026) untuk mencegah masuknya debu vulkanik.
- Penghentian operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta diperpanjang hingga pukul 13.30 WIB akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Menurut ICAO, abu vulkanik terutama terdiri dari partikel kaca vulkanik keras berbentuk tajam, material batuan terpulverisasi, dan material silikat.
- Sifat abrasif material vulkanik dapat merusak berbagai bagian pesawat, termasuk mesin, sensor, kaca kokpit, sistem tekanan kabin, dan permukaan landasan.
- Material silikat memiliki titik leleh lebih rendah dari temperatur operasi ruang bakar mesin turbin modern, sehingga meleleh dan menempel di turbin.
- Paparan abu vulkanik dapat menyebabkan penyempitan luas penampang aliran dan penurunan efisiensi mesin turbin.
- Kapten Teguh Kristiono, Technic Director of Accident Analysis Prevention Ikatan Pilot Indonesia, menjelaskan abu vulkanik dapat mengganggu sistem pitot-static.
- Sistem pitot-static berfungsi menyediakan informasi parameter penerbangan termasuk kecepatan udara, dan kontaminasi dapat memicu indikasi airspeed tidak akurat.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.