Abu Vulkanik Bisa Picu Kegagalan Mesin Pesawat di Udara
Abu vulkanik yang mengandung partikel silika dan mineral tajam bersifat abrasif dan dapat merusak komponen pesawat, mulai dari kaca kokpit, sensor pitot, hingga bilah turbin. Ketika partikel silika meleleh di suhu ruang bakar mesin jet (1.400–2.000°C) lalu membeku kembali di bagian turbin yang lebih dingin, kerak kaca yang terbentuk dapat menyumbat nosel dan menyebabkan engine stall atau flameout. Peristiwa nyata terjadi pada British Airways Penerbangan 9 tahun 1982 yang melintasi abu Gunung Galunggung dan mengalami flameout di keempat mesinnya sebelum berhasil melakukan pendaratan darurat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta.
Poin-Poin Utama
- Abu vulkanik dapat menyebabkan kegagalan mesin pesawat di udara.
- Abu terdiri atas fragmentasi batuan mikroskopis, silika (SiO2), dan kristal mineral tajam.
- Abu bersifat abrasif dan dapat mengikis kaca kokpit, sensor pitot tube, bilah turbin, dan lapisan pelindung mesin jet.
- Suhu ruang bakar mesin jet mencapai 1.400–2.000 derajat Celsius.
- Senyawa silika dalam abu vulkanik meleleh pada suhu sekitar 1.100 derajat Celsius.
- Silika yang meleleh dapat membeku menjadi kerak kaca di bagian turbin yang lebih dingin.
- Penumpukan kerak kaca dapat menyumbat nosel aliran udara dan mengganggu aerodinamika bilah turbin.
- Kondisi tersebut dapat memicu flameout atau terhentinya pembakaran internal mesin.
- Abu vulkanik juga dapat mengganggu sistem navigasi dan kelistrikan pesawat.
- Gesekan antarpartikel abu dapat menimbulkan listrik statis dan fenomena St. Elmo's Fire pada kaca kokpit.
- Asam yang melekat pada abu vulkanik berpotensi menyebabkan korosi pada komponen elektronik sensitif.
- Abu dapat mencemari sistem pengondisian udara kabin (bleed air) pesawat.
- Insiden British Airways Penerbangan 9 pada 24 Juni 1982, melintasi abu erupsi Gunung Galunggung di 37.000 kaki.
- Empat mesin Boeing 747 pada penerbangan tersebut mengalami flameout akibat paparan abu vulkanik.
- Kru dipimpin Kapten Eric Moody berhasil menyalakan kembali mesin dan melakukan pendaratan darurat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.