Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Netral

Dampak Anak Krakatau, Jabar terapkan sekolah daring dan siapkan posko

Senin, 7 September 2026, 09:31 WIB Sumber: Antara News Dibaca 1 kali
Ukuran:

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberlakukan pembelajaran jarak jauh bagi sekolah dan menyiapkan posko pengungsian sebagai langkah darurat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau, sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Gubernur tertanggal 6 September. Pemprov juga mengaktifkan fasilitas kesehatan untuk menangani paparan abu vulkanik, melakukan surveilans harian kasus gangguan pernapasan, serta memantau kualitas udara PM2,5 dan PM10 bersama BMKG dan BPBD. Gubernur Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker KN95, membasahi abu sebelum dibersihkan, dan segera menuju fasilitas kesehatan bila mengalami gejala gangguan pernapasan atau iritasi.

Poin-Poin Utama

  • West Java enforced online learning (PJJ) due to Anak Krakatau eruption impact.
  • Gubernur Dedi Mulyadi issued policy on Monday in Bandung.
  • Surat Edaran dated Sunday (6/9) serves as emergency measure basis.
  • Schools ordered to halt face-to-face activities and outdoor events when air quality worsens.
  • Posko and evacuation sites prepared across affected areas.
  • Health facilities (puskesmas, hospitals, pos kesehatan) put on alert status.
  • Health Department ordered to secure medical staff, ambulances, oxygen, pulse oximeters, medicines, masks/respirators, and PPE.
  • Daily surveillance mandated for respiratory, eye irritation, skin cases, injuries.
  • Priority protection for infants, elderly, pregnant women, disabled, outdoor workers, chronic disease patients.
  • DLH tasked to monitor PM2.5 and PM10 with BMKG and BPBD.
  • Street cleaning must avoid causing micro-particles to re-disperse, via water spraying.
  • Recommended mask: KN95 or equivalent covering nose and mouth.
  • Eye protection advised for outdoor activity.
  • Ash cleanup requires wetting material first to prevent re-dispersion.
  • Residents urged to stay indoors and rely only on official information sources.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#anak krakatau#bmkg#kesehatan#pembelajaran jarak jauh#bpbd#jawa barat#erupsi gunung api#dinas kesehatan#dedi mulyadi#penanganan darurat
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.

Buka Sumber di Antara News

Warta Terkini Lainnya