Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Nasional Netral

Bandara Soekarno-Hatta Tutup Akibat Abu Vulkanik, KAI Daop 6 Operasikan KA Tambahan Yogyakarta-Gambir

Senin, 7 September 2026, 10:23 WIB Sumber: Media Indonesia Dibaca 1 kali
Ukuran:

Hatta ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik di Jabodetabek, sehingga PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir pada Senin (7/9) pukul 18.20 WIB sebagai solusi moda transportasi bagi penumpang pesawat. KA tambahan tersebut membawa tujuh kereta eksekutif Stainless Steel untuk kenyamanan penumpang. KAI juga menyiagakan petugas medis dan mengimbau penumpang mengenakan masker serta kacamata pelindung guna mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik.

Poin-Poin Utama

  • Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik di kawasan Jabodetabek.
  • Calon penumpang mengantre untuk reschedule penerbangan di Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu (6/9/2026).
  • PT KAI Daop 6 Yogyakarta mengoperasikan KA Tambahan relasi Yogyakarta–Gambir pada Senin (7/9).
  • Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengumumkan pengoperasian kereta tambahan tersebut.
  • Waktu keberangkatan KA Tambahan Yogyakarta–Gambir adalah pukul 18.20 WIB.
  • Rangkaian KA Tambahan terdiri atas 7 kereta eksekutif Stainless Steel.
  • KAI menyiagakan rangkaian kelas premium untuk penumpang terdampak gangguan penerbangan.
  • KAI Daop 6 menyiagakan petugas medis di lapangan dan di atas kereta.
  • Calon penumpang diimbau mengenakan masker dan kacamata pelindung di area terbuka stasiun.
  • Penumpang mengalami sesak napas atau iritasi diimbau segera menghubungi petugas.
  • Informasi jadwal dan tiket dapat diakses melalui Contact Center KAI121 atau media sosial @KAI121.
  • KAI Daop 6 berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan perjalanan kereta api tetap aman.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#bandara soekarno-hatta#transportasi#yogyakarta#gambir#kai daop 6#ka tambahan
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya