Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Internasional Netral

Cara Nyeleneh Ukraina Cari Dana Perang Lawan Rusia: Legalkan Pornografi untuk Beli 30.000 Drone

Senin, 7 September 2026, 10:27 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Ukraina mempertimbangkan legalisasi pornografi untuk menggalang dana perang melawan Rusia, dengan anggota parlemen Yaroslav Zhelezniak memperkirakan pajak dari industri tersebut bisa mencapai USD25 juta atau cukup membeli 30.000 drone. Saat ini produksi dan distribusi pornografi masih ilegal dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, sementara kreator konten dewasa yang melapor pajak justru rentan dituntut secara pidana. Industri hiburan dewasa selama ini beroperasi secara ilegal dengan perlindungan polisi korup, dan sejumlah pejabat di tiga wilayah terungkap menerima suap hingga USD20.000 terkait bisnis tersebut.

Poin-Poin Utama

  • Ukraina mempertimbangkan legalisasi pornografi untuk menggalang dana perang melawan Rusia.
  • Rancangan undang-undang didukung anggota Parlemen Ukraina Yaroslav Zhelezniak.
  • Legalisasi industri hiburan dewasa berpotensi menghasilkan pajak hingga USD25 juta atau Rp440,7 miliar.
  • Dana pajak diperkirakan cukup untuk membeli hingga 30.000 drone.
  • Zhelezniak mengepalai komite keuangan Parlemen Ukraina.
  • Produksi, kepemilikan, dan distribusi pornografi saat ini ilegal di Ukraina.
  • Pelanggar undang-undang pornografi terancam hukuman hingga tujuh tahun.
  • Industri konten dewasa tetap beroperasi dengan dukungan sebagian aparat polisi yang korup.
  • Otoritas mulai menagih pajak kepada kreator konten dewasa.
  • Kreator yang melaporkan pendapatan dapat menghadapi aparat penegak hukum.
  • Sebelum invasi Rusia, pemerintah umumnya tidak tegas menindak bisnis hiburan dewasa.
  • Kantor Jaksa Agung Ukraina mengungkap kasus dugaan penyuapan oleh sejumlah pejabat.
  • Pejabat di tiga wilayah diduga menerima imbalan hingga USD20.000.
Tagar Terkait
#rusia#perang#ukraina#drone#pornografi#parlemen ukraina#yaroslav zhelezniak#wall street journal
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya