Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Negatif

Terpapar "Drone", Rusia Sinyalkan Ancaman Nuklir

Selasa, 8 September 2026, 06:20 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Ukraina tahun kelima membuat kedua negara babak belur, dengan Rusia stagnan di garis depan dan rentan terhadap serangan drone Ukraina yang menghantam delapan dari 10 kilang minyak terbesar serta menurunkan produksi BBM nasional hingga 58 persen. Akibatnya, distribusi BBM militer merosot 71 persen, warga sipil mengantre panjang di SPBU, dan tingkat kecemasan masyarakat melonjak—57 persen menyebut situasi 'tegang'—sehingga opini publik Rusia terbelah antara eskalasi serangan atau perundingan. Merespons serangan rudal Ukraina di Donetsk pada 26 Agustus 2026 yang menewaskan perwira tinggi Rusia, Kementerian Luar Negeri Rusia lewat Maria Zakharova menyinyalkan kemungkinan balasan nuklir.

Poin-Poin Utama

  • Perang Rusia-Ukraina memasuki tahun kelima dengan kondisi kedua negara babak belur.
  • Garis pemisah kedua pihak stagnan sepanjang sekitar seribu kilometer.
  • Delapan dari 10 kilang minyak terbesar Rusia diserang drone Ukraina, belum termasuk 20-an kilang minyak kecil.
  • Downtime produksi minyak Rusia mencapai sekitar 58 persen dari total kapasitas pengilangan nasional menurut data Kpler.
  • Lalu lintas kargo militer Rusia di garis depan merosot hingga 71 persen akibat serangan drone.
  • Antrean SPBU panjang terjadi di lebih dari 50 wilayah Rusia.
  • Wilayah Crimea sempat menghentikan total penjualan BBM ke warga sipil.
  • Pada 5 Agustus 2026, The Soufan Center melaporkan warga perdesaan di Altai, Irkutsk, dan Rusia selatan kesulitan mendapat solar.
  • Sekitar 57 persen warga Rusia menilai situasi negara mereka sebagai 'tegang' menurut Levada Center.
  • Moskwa, St Petersburg, dan Irkutsk di Siberia mengalami peningkatan serangan drone.
  • Pada 26 Agustus 2026, Ukraina menyerang pos komando militer di Donetsk menggunakan rudal yang diduga Storm Shadow.
  • ISW mencatat serangan tersebut kemungkinan mengenai markas Angkatan Darat Gabungan Ke-51 Rusia dan menewaskan salah satu perwira tinggi terbaik Rusia.
  • Rusia mengklaim serangan 26 Agustus mengenai pusat perbelanjaan yang sedang dikunjungi warga sipil.
  • Kementerian Luar Negeri Rusia melalui juru bicara Maria Zakharova menyampaikan peringatan keras sehari setelah serangan tersebut.
Tagar Terkait
#drone#perang rusia ukraina#andy burnham#diplomasi internasional#zelenskyy#ancaman nuklir#storm shadow#rs-24 yars#kilang minyak rusia
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya