Cerita Penumpang di Bandara Lampung Terdampak Abu Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan gangguan pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung, sehingga sejumlah penumpang harus membatalkan atau menunda perjalanan. Penumpang seperti Hesti dan Hapis Widodo terdampak dengan jadwal yang tertunda atau belum pasti, sementara akses jalur darat melalui Bakauheni juga terkendala. Para penumpang berharap pihak maskapai dapat memberikan informasi yang jelas mengenai kepastian jadwal dan penggantian tiket sesuai ketentuan berlaku.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung.
- Layanan penyeberangan Bakauheni juga ditutup akibat dampak erupsi.
- Seluruh penerbangan dari Bandara Radin Inten II pada hari kejadian dibatalkan (cancel).
- Penumpang Hesti telah berada di Bandara Radin Inten II sejak pukul 05.30 WIB.
- Hesti sedianya terbang menuju Jakarta menggunakan transportasi udara.
- Penumpang Hapis Widodo sedianya terbang dari Negeri Besar menuju Singkawang, Kalimantan Barat.
- Penerbangan Hapis menggunakan maskapai Lion Air dengan jadwal awal pukul 13.25 WIB.
- Jadwal penerbangan Hapis mengalami penundaan (delay) hingga pukul 18.00 WIB.
- Kondisi asap di wilayah Pontianak turut menjadi pertimbangan dalam operasional penerbangan.
- Hapis belum menerima kepastian apakah penerbangannya akan kembali ditunda atau dibatalkan.
- Hapis menyatakan belum menerima informasi langsung dari pihak maskapai.
- Penumpang berharap maskapai memberikan penjelasan jelas mengenai jadwal keberangkatan dan tiket.
- Penumpang berharap tiket dapat diganti sesuai ketentuan apabila penerbangan dibatalkan.
- Peristiwa terjadi pada hari Senin (7/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.