Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Hukum Netral

Israel Bunuh Anak Usia Enam Tahun di Hari Pertama Bersekolah di Gaza

Senin, 7 September 2026, 12:25 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

buku sekolahnya ditemukan di antara puing-puing. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sebanyak 272 anak telah syahid akibat serangan Israel di Jalur Gaza hingga 16 Agustus, dan badan PBB mencatat lebih dari 64.000 anak tewas atau terluka antara 7 Oktober 2023 dan 7 Oktober 2025. Komisi Penyelidikan independen PBB menemukan bahwa pasukan Israel dengan sengaja menargetkan anak-anak Palestina sebagai bagian dari genosida yang berlanjut, dengan rata-rata satu anak syahid setiap hari bahkan setelah gencatan senjata Oktober 2025.

Poin-Poin Utama

  • Wafaa Akila, seorang anak perempuan Palestina berusia enam tahun, tewas dalam serangan Israel di Kota Gaza pada hari pertama sekolahnya.
  • Ayah Wafaa, Yousef Akila, juga tewas dalam serangan terhadap kendaraan mereka di sebelah barat Kota Gaza pada hari Ahad.
  • Serangan udara tersebut melukai enam orang lainnya, menurut Mohamed Abu Selmia, kepala Rumah Sakit Al Shifa.
  • Buku-buku sekolah Wafaa ditemukan di antara puing-puing kendaraan yang berlumuran darah.
  • Dua serangan terpisah Israel pada hari yang sama menewaskan dua orang lainnya, termasuk seorang anak.
  • Tembakan tank Israel ke sebuah sekolah yang dijadikan tempat pengungsian menewaskan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun.
  • Total korban tewas pada hari Ahad mencapai sedikitnya empat orang.
  • Kementerian Kesehatan Palestina mencatat 272 anak syahid dalam serangan Israel di Jalur Gaza hingga 16 Agustus.
  • Sebanyak 1.174 anak lainnya terluka, dengan rincian korban lainnya termasuk 135 perempuan, 39 lansia, dan 819 laki-laki.
  • Komisi Penyelidikan Independen PBB melaporkan bahwa pasukan Israel secara sengaja menargetkan anak-anak di Jalur Gaza.
  • UNICEF mencatat setidaknya 300 anak syahid di Gaza dalam sekitar 300 hari sejak 'gencatan senjata' diumumkan pada 10 Oktober 2025.
  • Rata-rata satu anak syahid setiap hari sejak 'gencatan senjata' tersebut, menurut Edouard Beigbeder dari UNICEF.
  • Pada 2 Agustus, warga menemukan jenazah bayi yang belum lahir dari balik reruntuhan di wilayah barat Kota Gaza.
  • Serangan pada 2 Agustus tersebut menewaskan seorang perempuan hamil, suaminya, dan putra mereka yang berusia lima tahun.
  • Lebih dari 64.000 anak tewas atau terluka di Gaza antara 7 Oktober 2023 dan 7 Oktober 2025, menurut data PBB.
Tagar Terkait
#israel#palestina#gaza#pbb#gencatan senjata#genosida#anak-anak
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya