Kondisi Selat Sunda di Tengah Erupsi Anak Krakatau
BMKG memastikan jalur penyeberangan Selat Sunda tetap aman di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan probabilitas tsunami di bawah 50 persen berdasarkan data HF Radar per 7 September 2026. Meskipun demikian, aktivitas vulkanik masih memicu peningkatan petir dan gangguan geomagnetik, serta sebaran abu vulkanik yang meluas ke arah barat-barat daya dan mengganggu keselamatan penerbangan. Merespons hal tersebut, AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM yang menginstruksikan penutupan sementara delapan bandara hingga pukul 18.00 WIB.
Poin-Poin Utama
- BMKG confirms Sunda Strait crossing route remains safe amid Anak Krakatau eruption.
- BMKG operates HF Radar Array at Carita and Tanjung Lesung in tsunami mode.
- As of 7 September 2026 at 08:00 WIB, tsunami probability in Sunda Strait below 50%.
- Surface currents move southwest toward Indian Ocean at 0.4–0.9 knots.
- Wave height recorded at 0.3–1.2 meters.
- Wave height forecast for 8–13 September 2026 at 0.5–2.0 meters.
- Weather around Anak Krakatau-Sunda Strait predicted mostly clear to partly cloudy.
- 20 tsunami gauges around Sunda Strait show no sea level anomaly indicating tsunami.
- Lightning detector and geomagnetic sensors recorded increased volcanic lightning and geomagnetic disturbance between 00:00–04:00 WIB.
- Geophysical disturbance intensity lower than first eruption on 4 September 2026.
- SIGMET on 7 September 2026 at 06:30–09:30 WIB reported volcanic ash up to 15,000 feet (4.57 km) moving west at 15 knots.
- Himawari-9 satellite imagery at 09:00 WIB showed ash spreading west-southwest to west-northwest up to 15,000 feet over parts of Banten, southern-west Java, Lampung, Bengkulu, surrounding waters, and Indian Ocean.
- Ash observed up to 50,000 feet (15.24 km) extending further into Indian Ocean west to southwest of Bengkulu, Lampung, and Banten, moving away from Indonesia.
- Paper test at 07:00 WIB confirmed positive volcanic ash at several airports.
- AirNav Indonesia issued NOTAM until 08:30 WIB closing eight airports until 18:00 WIB.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.