Erupsi Gunung Anak Krakatau: 14 Penerbangan di Bandara Ahmad Yani Semarang Batal
Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan pembatalan 14 penerbangan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Senin (7/9), terdiri dari 8 keberangkatan dan 6 kedatangan, yang berdampak pada 2.108 calon penumpang. Kondisi ini merupakan kelanjutan dari pembatalan 28 penerbangan sehari sebelumnya, dengan mayoritas rute yang terdampak adalah penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta Tangerang. General Manager Bandara, Sulistyo Yulianto, menegaskan belum ada laporan penundaan atau penjadwalan ulang, sementara pihak bandara telah mengaktifkan layanan Service Recovery Activation (SRA) dan mengimbau penumpang untuk memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau sebabkan 14 penerbangan diBandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang batal pada Senin (7/9).
- Sebanyak 2.108 calon penumpang terdampak pembatalan tersebut.
- Pembatalan terdiri dari 8 penerbangan keberangkatan dan 6 penerbangan kedatangan.
- Tidak ada laporan penundaan, pengalihan, maupun penjadwalan ulang penerbangan.
- Sebelumnya pada Minggu (6/9), 28 penerbangan juga dibatalkan akibat aktivitas vulkanik yang sama.
- Rincian keberangkatan: GA 231 Jakarta 07.05 WIB (158 penumpang).
- Rincian keberangkatan: ID 7369 Jakarta 07.10 WIB (151 penumpang).
- Rincian keberangkatan: ID 6302 Pangkalan Bun 08.30 WIB (163 penumpang).
- Rincian keberangkatan: GA 235 Jakarta 09.30 WIB (169 penumpang).
- Rincian keberangkatan: QG 794 Banjarmasin 11.15 WIB (169 penumpang).
- Rincian keberangkatan: ID 6339 Jakarta 12.15 WIB (136 penumpang).
- Rincian keberangkatan: QG 791 Jakarta 13.30 WIB (124 penumpang).
- Rincian keberangkatan: GA 245 Jakarta 15.30 WIB (152 penumpang).
- Rincian kedatangan: ID 6338, GA 232, QG 795, ID 6303, QG 790, GA 242 dengan total 886 penumpang kedatangan.
- Mayoritas rute terdampak adalah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.