Umrah Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Kemenhaj Minta PPIU Dampingi Jamaah
Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak pada penerbangan umrah, menyebabkan penundaan, perubahan jadwal, hingga pembatalan, serta penutupan delapan bandara yang diperpanjang hingga 7 September 2026. Kementerian Haji dan Umrah meminta seluruh PPIU mendampingi jamaah dengan menyediakan informasi, akomodasi, konsumsi, transportasi, dan perlindungan, serta menyiapkan asrama haji sebagai opsi transit sementara. Jamaah diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari travel serta otoritas penerbangan demi keselamatan.
Poin-Poin Utama
- Erupsi Gunung Anak Krakatau sebabkan abu vulkanik ganggu penerbangan umrah.
- Kemenhaj RI terus perbarui data penerbangan umrah yang tertunda, ubah jadwal, atau batal.
- Dirjen Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo sampaikan pernyataan pada 7 September 2026.
- PPIU wajib pastikan jamaah dapat informasi, pendampingan, akomodasi, konsumsi, transportasi, perlindungan.
- Asrama haji disiapkan jadi opsi transit sementara bagi jamaah terdampak sesuai kapasitas lapangan.
- Menhub Dudy Purwagandhi putuskan delapan bandara terdampak ditutup hingga 7 September 2026 pukul 09.00 WIB.
- Bandara ditutup: Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Husein Sastranegara, Budiarto Curug.
- Bandara ditutup tambahan: Pondok Cabe, Taufik Kiemas Pesisir Barat Lampung, Atung Bungsu Pagar Alam Sumsel.
- Menhub tekankan keselamatan penerbangan jadi prioritas utama.
- Pembukaan bandara tunggu konfirmasi keselamatan secara pasti.
- Jamaah diimbau tetap tenang dan komunikasikan dengan travel masing-masing.
- Jamaah diminta ikuti informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.