Aktivitas Gunung Api Meningkat, Komisi IX DPR Minta Pemerintah Perkuat Mitigasi Kesehatan
obatan, dan tenaga medis, untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap saluran pernapasan, mata, dan kulit menyusul meningkatnya erupsi sejumlah gunung api di Indonesia awal September 2026. Ranny Fahd Arafiq menekankan perlunya perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan, serta koordinasi cepat antar-pemerintah pusat, daerah, BNPB/BPBD, dan Kementerian Kesehatan. Komisi IX juga mendorong agar layanan kesehatan, air bersih, sanitasi, dan keamanan pangan disiapkan sebelum dampak erupsi meluas.
Poin-Poin Utama
- Komisi IX DPR RI meminta pemerintah memperkuat layanan kesehatan untuk mengantisipasi dampak erupsi gunung api.
- Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd Arafiq menyebut erupsi gunung api terjadi di awal September 2026.
- Abu vulkanik disebut Ranny dapat mengganggu saluran pernapasan, mengiritasi mata, dan kulit.
- Kelompok rentan mencakup anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan gangguan pernapasan.
- Pemerintah diminta memastikan ketersediaan masker, obat-obatan, dan tenaga medis di daerah terdampak.
- Puskesmas dan rumah sakit di wilayah rawan erupsi diminta dalam kondisi siap sebelum dampak meluas.
- Ranny meminta jaminan air bersih, keamanan pangan, sanitasi, dan kebersihan lingkungan dalam tanggap darurat.
- Koordinasi diminta melibatkan BNPB/BPBD, Kementerian Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan.
- Gunung api yang tercatat erupsi: Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, Lewotobi Laki-laki, Ibu, dan Sinabung.
- Lokasi erupsi tersebar di Selat Sunda, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, dan Sumatra Utara.
- PVMBG menyatakan erupsi sejumlah gunung tersebut tidak saling memicu.
- Setiap gunung api memiliki sistem magma yang terpisah menurut PVMBG.
- Indonesia memiliki 127 gunung api aktif dan berada di kawasan Ring of Fire.
- Ranny merupakan legislator Fraksi Partai Golkar.
- Pernyataan Ranny disampaikan di Jakarta pada Senin (7/9).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.