Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Komisi IX DPR Minta Pemerintah Aktif Atasi Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026, 13:13 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Komisi IX DPR minta pemerintah, terutama Kemenkes, ambil langkah aktif tangani sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sebagai masalah kesehatan, dengan menyiapkan fasilitas kesehatan, ketersediaan masker, dan intervensi harga masker yang naik hingga 10 kali lipat, termasuk pembagian gratis bagi kelompok rentan. BMKG mencatat dua klaster sebaran abu per 7 September 2026 pukul 06.00 WIB: klaster pertama menjangkau Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan sekitarnya pada ketinggian 15.000 ft yang berpotensi turunkan kualitas udara, sementara klaster kedua menjauhi Indonesia pada ketinggian 50.000 ft dan terutama berdampak pada jalur penerbangan.

Poin-Poin Utama

  • Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris minta Kemenkes ambil langkah aktif atasi sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
  • Charles sebut sebaran abu vulkanik harus diperlakukan sebagai persoalan kesehatan masyarakat, bukan hanya persoalan lingkungan.
  • Partikel abu vulkanik dapat ganggu saluran pernapasan, picu penyakit paru dan jantung.
  • Charles imbau anak-anak, lansia, kelompok rentan kurangi aktivitas luar rumah selama paparan tinggi.
  • Kemenkes dan pemerintah daerah diminta pastikan fasilitas kesehatan siap hadapi peningkatan kasus ISPA dan iritasi mata.
  • Pemerintah diminta pastikan ketersediaan masker memadai di wilayah terdampak.
  • Harga masker tertentu dilaporkan naik hingga 10 kali lipat di tengah meningkatnya kebutuhan.
  • Pemerintah diminta intervensi harga masker cegah pihak ambil keuntungan berlebihan.
  • Pemerintah disarankan bagikan masker gratis ke kelompok rentan dan wilayah dengan paparan tertinggi.
  • BMKG catat abu vulkanik Anak Krakatau masih menyebar hingga wilayah Jakarta per 7 September 2026 pukul 06.00 WIB.
  • BMKG identifikasi dua klaster sebaran debu vulkanik Anak Krakatau.
  • Klaster satu mencakup Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, Samudra Hindia barat Bengkulu, Lampung, Banten.
  • Ketinggian abu klaster satu capai 15.000 ft atau 4,57 km ke arah tenggara-barat laut.
  • Klaster dua mencakup Samudra Hindia barat-barat daya Bengkulu, Lampung, Banten menjauhi Indonesia.
  • Ketinggian abu klaster dua capai 50.000 ft atau 15,24 km ke arah barat daya-barat, berdampak pada jalur penerbangan.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#bmkg#masker#ispa#kemenkes#komisi ix dpr#charles honoris
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya