Lestari Moerdijat: Kampus Inklusif Harus Jadi Gerakan Bersama bukan Sekadar Regulasi
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kampus inklusif harus menjadi gerakan bersama, bukan sekadar regulasi. Data Juni 2025 menunjukkan dari 3.128 mahasiswa disabilitas hanya 282 kampus yang menyediakan akses, angka yang sangat kecil dibanding 17,9 juta penyandang disabilitas di Indonesia. Rerie menekankan perlunya konsolidasi antarperguruan tinggi dan sosialisasi masif untuk membangun ekosistem pendidikan inklusif yang adaptif dan kolaboratif.
Poin-Poin Utama
- Lestari Moerdijat dorong kampus inklusif jadi gerakan bersama, bukan sekadar regulasi.
- Wakil Ketua MPR RI sampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis pada Senin (7/9).
- Data PDDikti per Juni 2025 catat sekitar 3.128 mahasiswa disabilitas di Indonesia.
- Akses mahasiswa disabilitas terbatas pada 282 kampus saja.
- Angka 282 kampus sangat kecil dibanding total 17,9 juta jiwa penyandang disabilitas di Indonesia.
- Data inklusivitas berasal dari Center for GEDSI UNU Yogyakarta bekerja sama dengan University of the West of England, Bristol, Inggris.
- Kondisi inklusivitas di perguruan tinggi tanah air dinilai masih sangat terbatas pada awal 2025.
- Lestari Moerdijat menilai regulasi dan pendanaan saja tidak cukup.
- Lestari Moerdijat tekankan konsolidasi antarperguruan tinggi untuk bangun ekosistem adaptif dan kolaboratif.
- Lestari Moerdijat minta pemahaman ekosistem pendidikan inklusif disosialisasikan secara masif.
- Lestari Moerdijat soroti kesiapan tenaga pendidik dengan perspektif inklusif.
- Lestari Moerdijat adalah Anggota Komisi X DPR RI.
- Lestari Moerdijat akrab disapa Rerie.
- Lestari Moerdijat merupakan politikus Partai NasDem.
- Acara pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa disabilitas digelar di JK Auditorium GOR Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa (11/8/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.