Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Nasional Negatif

Hujan Asam Pasca-Karhutla: Ketika Bencana Tak Benar-Benar Selesai saat Asap Mereda

Senin, 7 September 2026, 15:20 WIB Sumber: Sindonews Dibaca 1 kali
Ukuran:

Karhutla gambut melepaskan SO2 dan NOx besar-besaran yang bereaksi dengan uap air di atmosfer membentuk asam sulfat dan asam nitrat, menyebabkan hujan asam pasca-karhutla dengan pH jauh di bawah normal. Ancaman ini sering tidak disadari publik karena muncul diam-diam setelah asap mereda, mengendap di tanah, sungai, dan sumur warga. Dampaknya baru terasa bertahun-tahun kemudian melalui gejala pada tubuh manusia, sementara alat pemantau resmi belum menjangkau ancaman ini.

Poin-Poin Utama

  • Hujan asam pasca-karhutla terpantau sejak Juli dan masih berlangsung.
  • Karhutla gambut melanda Indonesia setiap musim kemarau, termasuk 2019 dengan 1,6 juta hektar lahan terbakar.
  • Sumber hujan asam: emisi PLTU, kendaraan, industri, pabrik, letusan gunung berapi, dan karhutla gambut.
  • Gambut terbentuk dari akumulasi bahan organik ribuan tahun di bawah tanah.
  • Gambut terbakar melepaskan emisi gas pencemar dalam jumlah jauh lebih besar dibanding kebakaran hutan biasa.
  • Dua gas utama dari karhutla gambut: sulfur dioksida (SO2) dan nitrogen oksida (NOx).
  • SO2 dan NOx bereaksi dengan uap air dan oksigen membentuk asam sulfat (H2SO4) dan asam nitrat (HNO3).
  • pH air hujan normal sekitar 5,6; pasca-karhutla jauh lebih asam.
  • Ancaman ISPA sempat jadi sorotan utama saat asap tebal namun perhatian cepat memudar.
  • Hujan asam muncul saat hujan pertama turun membasahi tanah pasca-karhutla.
  • Bencana ini berpindah wujud dari udara tercemar menjadi air dan tanah teracuni.
  • Air hujan asam jatuh ke tanah, sungai, dan sumur warga.
  • Dampak sering baru disadari bertahun-tahun kemudian lewat gejala pada tubuh manusia.
  • Alat pemantau resmi saat ini tidak menjangkau pencemaran air hujan asam tersebut.
  • Kandungan sulfur pada material gambut membusuk jadi sumber emisi SO2 dan NOx.
Tagar Terkait
#karhutla#kebakaran hutan#kesehatan#ispa#lingkungan#polusi udara#gambut#hujan asam
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya