Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Umum Netral

Gubernur Mirza Ajak Perempuan Lampung Jadi Penggerak Ekonomi Daerah

Sabtu, 5 September 2026, 20:01 WIB Sumber: Tempo News Dibaca 2 kali
Ukuran:

Gubernur Mirza mengajak IWAPI Lampung mengolah komoditas unggulannya seperti singkong, jagung, dan padi melalui hilirisasi untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah ekonomi daerah. Pemerintah provinsi akan meminta Bank Lampung menyediakan pembiayaan dengan bunga 0 persen bagi anggota IWAPI yang bergerak di sektor pengolahan pangan. IWAPI yang berusia 50 tahun dengan lebih dari 40.000 anggota terus memperkuat kemandirian ekonomi perempuan melalui digitalisasi dan perluasan akses permodalan.

Poin-Poin Utama

  • Rakerda IV DPD IWAPI Lampung mengangkat tema "Inovasi Pangan Lokal Go Digital".
  • Kegiatan diikuti pengurus IWAPI dari seluruh kabupaten dan kota di Lampung.
  • Gubernur Mirza menyatakan perempuan dipilih karena kompetensi dan kerja keras, bukan gender.
  • Gubernur Mirza mengajak IWAPI mengolah komoditas lokal Lampung seperti singkong, jagung, dan padi.
  • Hilirisasi pangan dinilai dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah komoditas.
  • Gubernur Mirza meminta Bank Lampung siapkan pembiayaan dengan bunga hingga 0 persen untuk anggota IWAPI.
  • IWAPI saat ini berusia 50 tahun.
  • IWAPI memiliki lebih dari 40.000 anggota pengusaha perempuan.
  • Anggota IWAPI tersebar di 38 provinsi dan 249 kabupaten serta kota.
  • IWAPI memiliki perwakilan di Malaysia.
  • IWAPI berencana mengembangkan jaringan ke sejumlah negara lainnya.
  • Dyah Anita Prihapsari adalah Ketua Umum DPP IWAPI.
  • IWAPI menjalankan program untuk membantu UMKM perempuan memanfaatkan teknologi digital.
  • Visi IWAPI adalah mewujudkan kemandirian ekonomi perempuan.
  • IWAPI memperkuat ekonomi Lampung melalui hilirisasi pangan, permodalan, dan digitalisasi usaha.
Tagar Terkait
#lampung#umkm#ekonomi#hilirisasi#pemberdayaan-perempuan#iwapi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Tempo News.

Buka Sumber di Tempo News

Warta Terkini Lainnya