Hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
OJK dalam RDK Agustus 2026 menilai stabilitas sektor jasa keuangan terjaga dengan intermediasi kuat, sementara ekonomi domestik kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen yoy ditopang investasi, belanja pemerintah, dan konsumsi rumah tangga. Inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19 persen yoy dan PMI manufaktur di zona kontraksi 49,8. Secara global, pertumbuhan termoderasi dipengaruhi risiko geopolitik Timur Tengah, volatilitas harga minyak, El Nino, pelambatan ekonomi AS dan China, serta kenaikan imbal hasil obligasi negara maju.
Poin-Poin Utama
- OJK gelar RDK Agustus 2026 via daring pada 7 September 2026.
- Stabilitas sektor jasa keuangan Indonesia terjaga.
- Intermediasi sektor jasa keuangan tumbuh kuat.
- Pertumbuhan ekonomi global termoderasi.
- Risiko geopolitik Timur Tengah tetap tinggi akibat konflik Iran dan tertutupnya Selat Hormuz.
- Volatilitas harga minyak dan komoditas picu inflasi global.
- El Nino berkepanjangan sebabkan kekeringan dan kebakaran hutan.
- Mayoritas negara alami pelambatan pertumbuhan di kuartal II 2026.
- PDB China kuartal II 2026 tumbuh 4,3 persen yoy.
- Imbal hasil obligasi negara maju naik.
- PDB Indonesia kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen yoy.
- Pertumbuhan domestik ditopang investasi, belanja pemerintah, dan konsumsi rumah tangga.
- Inflasi Indonesia Agustus 2026 tercatat 3,19 persen yoy.
- PMI manufaktur Indonesia di level 49,8 (zona kontraksi).
- Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi pimpin konferensi pers.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.