Bersitegang soal Drone, Rusia Tuduh Jerman 'Ingin Perang Lagi'
Menlu Rusia Sergei Lavrov menuduh Jerman 'ingin perang lagi' menyusul ketegangan akibat insiden drone di bandara Leipzig yang oleh Berlin disebut sebagai serangan hybrid oleh agen Moskow. Jerman menyalahkan Rusia dan sempat menutup pusat kebudayaan bersama, sementara Lavrov menuding Jerman menganut paham Nazisme dan menyebut situasi ini 'awal dari perang yang sesungguhnya' dalam wawancara yang disiarkan televisi pemerintah Rusia. Konflik diplomatik ini terjadi di tengah invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung lebih dari 4,5 tahun dan belum mendapat tanggapan langsung dari otoritas Berlin.
Poin-Poin Utama
- Lavrov tuduh Jerman 'ingin perang lagi' dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia.
- Wawancara Lavrov disiarkan oleh saluran Vesti pada Minggu (6/9) waktu setempat.
- Pemerintah Jerman tuduh Moskow kirim 'agen level rendah' untuk serangan hybrid via drone.
- Insiden drone terjadi di bandara Leipzig, wilayah timur Jerman.
- Otoritas Berlin menuduh Moskow di balik insiden penyerbuan drone di bandara Leipzig.
- Rusia membantah tuduhan Berlin atas insiden drone.
- Berlin dan Moskow saling tutup pusat kebudayaan masing-masing pekan lalu.
- Negara-negara Uni Eropa memanggil diplomat Rusia.
- Jerman usir Konsul Jenderal Rusia dari Bonn.
- Pusat kebudayaan Russian House di Berlin ditutup.
- Jerman merupakan sekutu utama Ukraina dalam perang melawan Rusia.
- Operasi militer ofensif Moskow terhadap Kyiv berlangsung lebih dari 4,5 tahun.
- Invasi Rusia terhadap Ukraina tercatat sebagai konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
- Lavrov menuduh Jerman masih menganut paham Nazisme.
- Lavrov merupakan menteri Rusia dengan masa jabatan terlama.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.