Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

Jerman Bangun Sistem Pertahanan Baru Buntut Serangan Drone di Leipzig

Senin, 7 September 2026, 17:57 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

drone bergerak kepolisian federal dengan kendaraan dan helikopter untuk melindungi kota-kota penting seperti Frankfurt, München, dan Berlin. Langkah lain mencakup perisai siber nasional, penggunaan AI dan pengenalan wajah, serta perubahan undang-undang agar operator infrastruktur vital dapat melawan sabotase drone, menyusul lebih dari 1.000 aktivitas drone mencurigakan yang tercatat sepanjang tahun sebelumnya. Rusia membantah tuduhan Jerman atas serangan tersebut dan melalui Menlu Lavrov menyebut tuduhan itu sebagai 'awal dari perang yang sesungguhnya'.

Poin-Poin Utama

  • Jerman merencanakan sistem perlindungan menyeluruh menyusul serangan drone di Bandara Leipzig-Halle pada 4 Agustus.
  • Menteri Dalam Negeri Jerman Alexander Dobrindt menyampaikan rencana tersebut pada Minggu (06/09).
  • Satu drone menghantam pesawat terparkir, drone lain menghantam pesawat kargo mendekati bandara.
  • Badan intelijen Jerman menuduh Rusia berada di balik insiden tersebut, Moskow membantah tuduhan itu.
  • Dobrindt menyebut serangan hibrida Rusia kini menjadi kenyataan harian.
  • Pemerintah berencana memperluas unit pertahanan anti-drone bergerak milik kepolisian federal.
  • Langkah mencakup penggunaan kendaraan dan helikopter cepat untuk melindungi wilayah udara kota Frankfurt, München, dan Berlin.
  • Perisai pertahanan diklaim mampu mencegat drone, menjinakkan bom, dan menetralkan perangkat peledak.
  • Perubahan undang-undang akan memungkinkan operator infrastruktur penting mendeteksi dan melawan sabotase drone.
  • Menterilah Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut tuduhan Jerman sebagai 'awal dari perang sesungguhnya'.
  • Lavrov mengkritik Kanselir Friedrich Merz atas rencana peningkatan kemampuan militer Jerman.
  • Jerman akan membangun perisai siber nasional untuk mendeteksi dan menggagalkan serangan peretasan.
  • Pemerintah ingin memperluas penggunaan AI, pengenalan wajah biometrik, dan pengawasan video di pusat transportasi.
  • Kepala BKA Holger Münch menyatakan lebih dari 1.000 aktivitas penerbangan drone mencurigakan tercatat di Jerman sepanjang tahun sebelumnya.
  • Pada Juli 2024, paket berisi bahan pembakar terbakar di pusat logistik DHL Bandara Leipzig, digunakan militer Ukraina dan NATO untuk angkutan senjata.
Tagar Terkait
#rusia#drone#jerman#sergey lavrov#keamanan siber#leipzig#friedrich merz#serangan hibrida#alexander dobrindt#pertahanan anti-drone
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya