Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Internasional Netral

Pejabat Amerika Sebut Sebut Penghancuran Nuklir Iran Jadi Opsi

Senin, 7 September 2026, 15:51 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

rata pengiriman lebih dari 9 juta barel per hari—angka tertinggi—dengan status keamanannya masih diperdebatkan antara klaim AS dan Iran.

Poin-Poin Utama

  • Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud dalam waktu dekat.
  • Wright mengisyaratkan AS mungkin menghancurkan kemampuan nuklir Teheran untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
  • Wright menyampaikan pernyataan dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (6/9).
  • Presiden AS Donald Trump mengklaim kepemimpinan Iran berubah secara mendasar sejak serangan AS-Israel pada akhir Februari.
  • Struktur pemerintahan Iran dilaporkan tetap bertahan di bawah kepemimpinan pemimpin tertinggi yang baru.
  • Wright menyebut pemboman berkelanjutan terhadap infrastruktur strategis Iran sebagai strategi yang diperlukan.
  • Target utama AS adalah melumpuhkan kemampuan produksi rudal Iran.
  • Rata-rata 7 hari pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tercatat lebih dari 9 juta barel per hari.
  • Total arus minyak termasuk pipa Arab Saudi dan UEA tercatat 13 juta hingga 14 juta barel per hari.
  • Angka 9 juta barel per hari merupakan rata-rata tujuh hari tertinggi yang pernah tercatat.
  • Wright sebelumnya menyampaikan data serupa pada awal Agustus.
  • Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar.
  • Kedua belah pihak saling menuduh gagal menjalankan komitmen terkait penghentian permusuhan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • AS menyatakan jalur pelayaran internasional telah dibersihkan dari ranjau Iran.
  • Iran menyatakan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh Iran dan belum sepenuhnya aman.
Tagar Terkait
#iran#israel#amerika serikat#selat hormuz#donald trump#nuklir#chris wright
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya