Internasional Netral
Pejabat Amerika Sebut Sebut Penghancuran Nuklir Iran Jadi Opsi
rata pengiriman lebih dari 9 juta barel per hari—angka tertinggi—dengan status keamanannya masih diperdebatkan antara klaim AS dan Iran.
Poin-Poin Utama
- Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan kesepakatan nuklir dengan Iran belum tentu terwujud dalam waktu dekat.
- Wright mengisyaratkan AS mungkin menghancurkan kemampuan nuklir Teheran untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
- Wright menyampaikan pernyataan dalam wawancara dengan ABC News pada Minggu (6/9).
- Presiden AS Donald Trump mengklaim kepemimpinan Iran berubah secara mendasar sejak serangan AS-Israel pada akhir Februari.
- Struktur pemerintahan Iran dilaporkan tetap bertahan di bawah kepemimpinan pemimpin tertinggi yang baru.
- Wright menyebut pemboman berkelanjutan terhadap infrastruktur strategis Iran sebagai strategi yang diperlukan.
- Target utama AS adalah melumpuhkan kemampuan produksi rudal Iran.
- Rata-rata 7 hari pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tercatat lebih dari 9 juta barel per hari.
- Total arus minyak termasuk pipa Arab Saudi dan UEA tercatat 13 juta hingga 14 juta barel per hari.
- Angka 9 juta barel per hari merupakan rata-rata tujuh hari tertinggi yang pernah tercatat.
- Wright sebelumnya menyampaikan data serupa pada awal Agustus.
- Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar.
- Kedua belah pihak saling menuduh gagal menjalankan komitmen terkait penghentian permusuhan dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
- AS menyatakan jalur pelayaran internasional telah dibersihkan dari ranjau Iran.
- Iran menyatakan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali penuh Iran dan belum sepenuhnya aman.
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?
Buka Sumber di Media IndonesiaHak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.