Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Netral

DLH DKI Sebut Udara Jakarta Membaik Usai Penyiraman Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 7 September 2026, 16:26 WIB Sumber: DetikNews Dibaca 1 kali
Ukuran:

DLH DKI Jakarta melaporkan kualitas udara membaik setelah penyiraman untuk menangani abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau, dengan penyebaran PM10 menyempit dari yang semula meluas di Jakarta Pusat, Timur, dan Selatan menjadi terbatas di Cilincing timur dan Cipayung tenggara. PM2.5 juga menunjukkan pengurangan sebaran di Jakarta Utara dan Timur, namun wilayah seperti Kembangan dan Kebon Jeruk masih perlu perhatian. Konsentrasi SO2 belum membaik merata, sehingga pemantauan seluruh jenis pencemar tetap diperlukan.

Poin-Poin Utama

  • DLH DKI Jakarta menyatakan kualitas udara Jakarta membaik setelah penyiraman air menangani abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Penyebaran partikulat PM10 menjadi indikator utama perbaikan kualitas udara tersebut.
  • Area dengan sebaran PM10 tinggi sebelumnya mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.
  • Setelah penyiraman, area PM10 tinggi tersisa hanya di Cilincing bagian timur dan Cipayung bagian tenggara.
  • Data pemantauan tersebut merujuk pada periode 6-7 September 2026.
  • Pernyataan resmi disampaikan Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi pada Senin (7/9/2026).
  • Penyiraman bertujuan membasahi endapan abu vulkanik agar tidak kembali terbang akibat angina tau aktivitas kendaraan.
  • Operasi penyiraman mengerahkan puluhan kendaraan pemadam kebakaran, truk tangki air, dan unit watermist mobile.
  • Operasi tersebut melibatkan tiga dinas: Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, DLH, serta Pertamanan dan Hutan Kota.
  • Pemantauan mencakup tiga jenis pencemar: PM10, PM2.5, dan sulfur dioksida (SO2).
  • Konsentrasi PM2.5 menunjukkan pengurangan area dengan nilai tinggi di Jakarta Utara dan Jakarta Timur.
  • Wilayah Kembangan dan Kebon Jeruk masih memerlukan perhatian terkait kualitas udara.
  • Konsentrasi SO2 belum menunjukkan perbaikan secara merata di seluruh wilayah Jakarta.
  • DLH DKI menekankan pemantauan setiap jenis pencemar tetap diperlukan secara berkelanjutan.
  • Endapan abu vulkanik yang kering berisiko terangkat kembali ke udara akibat angina tau pergerakan kendaraan.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#anak krakatau#jakarta#kualitas udara#pm2.5#so2#pm10#dlh dki
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.

Buka Sumber di DetikNews

Warta Terkini Lainnya