Kisah Peggy Jadi Mahasiswa UBSI, Awalnya Takut Kuliah Sampai Kecopetan di ‘Pesta Copet’
Peggy Lalita, mahasiswi semester tiga Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI kampus Slipi, berhasil meraih beasiswa penuh 100% melalui program BSI Talent Squad dengan evaluasi berbasis KPI setelah aktif sebagai content creator, host, dan MC. Berkat sistem perkuliahan hybrid UBSI yang fleksibel, ia mampu membagi waktu antara kuliah dan pekerjaan kreatif independen seperti modeling, talent brand, dan SPG di Pekan Raya Jakarta. Dulunya krisis kepercayaan diri saat SMA, titik balik Peggy terjadi saat ia bergabung ekstrakurikuler teater di kelas 12 yang kemudian membentuk kepercayaan dirinya hingga menjadi representatif kampus.
Poin-Poin Utama
- Peggy Lalita mahasiswi UBSI kampus Slipi, Jakarta Barat, semester tiga Program Studi Ilmu Komunikasi.
- Peggy lulus dari SMAN 16 Jakarta.
- UBSI menerapkan sistem perkuliahan hybrid, gabungan online dan offline.
- Peggy terpilih menjadi anggota BSI Talent Squad, program brand ambassador kampus.
- Anggota BSI Talent Squad dievaluasi berbasis KPI untuk menentukan besaran beasiswa.
- Beasiswa BSI Talent Squad diberikan 100 persen secara bertahap sesuai pencapaian KPI.
- Peggy mendapat beasiswa 25 persen saat awal bergabung.
- Peggy berhasil meraih beasiswa penuh 100 persen dari BSI Talent Squad.
- Peggy aktif sebagai content creator, host, MC, model, talent brand, dan SPG.
- Peggy pernah bertugas sebagai SPG di Pekan Raya Jakarta (PRJ).
- Pertama kali menjadi MC serius dialami Peggy saat aktif di BSI Talent Squad.
- Peggy mengikuti kegiatan volunteer BSI Explore ke Banten.
- Perubahan hidup Peggy dimulai saat bergabung ekskul teater di kelas 12 SMA.
- Fleksibilitas jadwal kuliah UBSI memungkinkan Peggy membagi waktu antara kuliah dan kerja.
- Pengalaman BSI Talent Squad memberi Peggy portofolio di bidang talent, hosting, podcast, dan MC.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.