Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Humaniora Negatif

Erupsi Gunung Anak Krakatau 2026 Menurun, Lebih Rendah dari 2018

Senin, 7 September 2026, 17:30 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

BNPB melaporkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada 2026 mengalami tren penurunan dan lebih rendah dibanding erupsi 2018, dengan potensi erupsi besar dinilai kecil meski pola kejadian serupa. Erupsi menerus sejak 4 September telah berakhir pada 6 September setelah berlangsung sekitar 25 jam, namun sebaran abu vulkanik menjangkau empat provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan. Status gunung masih berada di Level III atau Siaga, sehingga masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti rekomendasi otoritas terkait.

Poin-Poin Utama

  • BNPB melaporkan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda menunjukkan tren penurunan.
  • Tingkat erupsi tahun 2026 dinilai lebih rendah dibandingkan erupsi tahun 2018.
  • Pola erupsi 2026 disebut hampir serupa dengan kejadian 2018, namun intensitasnya tidak setinggi periode tersebut.
  • Kepala BNPB Suharyanto menyatakan potensi erupsi berskala lebih besar dinilai kecil berdasarkan pemantauan lapangan.
  • Penilaian potensi erupsi tetap harus disinkronkan dengan data teknis dari BMKG dan Badan Geologi.
  • Sebaran abu vulkanik telah menjangkau sedikitnya empat provinsi.
  • Empat provinsi terdampak paparan abu: DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatra Selatan.
  • Badan Geologi menyatakan episode erupsi menerus dimulai sejak 4 September pukul 23.07 WIB.
  • Episode erupsi resmi berakhir pada 6 September pukul 00.04 WIB.
  • Durasi erupsi menerus tercatat berlangsung kurang lebih 25 jam.
  • Aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini kembali ke tipe erupsi strombolian.
  • Status gunung api masih ditetapkan pada Level III atau Siaga.
  • Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti rekomendasi otoritas terkait.
Tagar Terkait
#gunung anak krakatau#abu vulkanik#erupsi#selat sunda#bnpb#suharyanto
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya