Pakar ITB Jelaskan Bagaimana Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Sampai ke Bandung
menerus. Erupsi strombolian umumnya berisiko rendah hingga sedang dan biasanya hanya mencapai ratusan meter hingga dua kilometer. Namun erupsi kali ini mencapai 15 kilometer karena tubuh gunung tumbuh di dasar laut dan sebagian terendam air, sehingga air yang sangat reaktif bertemu magma bersuhu 1.000-1.200 derajat Celsius memicu reaksi lebih besar.
Poin-Poin Utama
- Prof Asep Saepuloh, Guru Besar ITB, menjelaskan karakteristik erupsi Gunung Anak Krakatau.
- Gunung Anak Krakatau erupsi sejak pekan kemarin.
- Sebagian besar tubuh Gunung Anak Krakatau berada di laut.
- Sumber magma Gunung Anak Krakatau masih aktif dengan sistem terbuka.
- Sistem Krakatau berbeda dengan Merapi yang memiliki sumbatan di atas.
- PVMBG dan saksi mata mengklasifikasikan tipe letusan sebagai strombolian.
- Tipe strombolian dihasilkan magma encer atau sedang, tidak kental.
- Erupsi berbahaya terjadi saat magma kental menyumbat permukaan.
- Letusan menghasilkan lava fountain karena gas magma tinggi dan suplai.
- Erupsi strombolian berisiko rendah hingga sedang tanpa erupsi merusak.
- Tinggi erupsi strombolian biasanya hanya ratusan meter hingga dua kilometer.
- Erupsi kali ini mencapai ketinggian 15 kilometer.
- Air laut sangat reaktif saat kontak panas magma.
- Suhu magma encer mencapai 1.000 sampai 1.200 derajat Celsius.
- Magma 1.000–1.200°C mampu melelehkan material.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.