Tindak Tegas Korporasi Penyebab Karhutla di Area Konsesi
Sebanyak 4.671 titik panas karhutla terdeteksi di dalam areal HGU sepanjang Agustus 2026, dan total 5.540 titik api berada di konsesi perusahaan pemegang HGU dari Januari hingga Agustus 2026. Walhi mendesak pemerintah mengevaluasi serta mencabut HGU perusahaan yang terbukti mengabaikan kewajiban perlindungan lingkungan, termasuk PT GAL, PTPN XIII, PT DLP, PT SML, PT AUS, dan PT TKL, sesuai Permen ATR/BPN Nomor 15 Tahun 2016. Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan pemerintah menegakkan aturan dan telah memproses hukum beberapa pelanggaran, menegaskan kebakaran berulang di konsesi yang sama mengindikasikan kurangnya tanggung jawab, bukan sekadar kecelakaan.
Poin-Poin Utama
- Sebanyak 4.671 titik panas karhutla terdeteksi di areal hak guna usaha sepanjang Agustus 2026.
- Total 23.307 titik api teridentifikasi dari Januari hingga Agustus 2026.
- Sebanyak 5.540 titik api berada di dalam areal kerja perusahaan pemegang HGU.
- Perusahaan dengan kebakaran berulang mencakup PT GAL, PTPN XIII, PT DLP, PT SML, PT AUS, dan PT TKL.
- Dasar hukum evaluasi HGU mengacu pada Peraturan Menteri ATR/BPN Nomor 15 Tahun 2016.
- Walhi mendesak pemerintah mengevaluasi HGU yang bermasalah dan mencabut hak atas tanah perusahaan melanggar.
- Menteri ATR/BPN berwenang mengevaluasi dan mencabut HGU yang terbukti lalai kelola lingkungan.
- Tanah hasil pencabutan HGU diminta dialokasikan untuk reforma agraria, bukan dikembalikan ke korporasi.
- Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memimpin rapat koordinasi dengan pemegang HGU dan PBPH pada Senin (7/9/2026).
- Djamari menyatakan HGU bukan hak milik melainkan hak negara dengan kewajiban pengelolaan tertentu.
- Djamari menyebut beberapa pelanggaran di lapangan sudah mulai diproses secara hukum.
- Djamari menilai kebakaran berulang di konsesi sama mengindikasikan pola, bukan kecelakaan.
- Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid menyatakan pemegang HGU memiliki kewajiban pengelolaan tanah.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.