Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Internasional Netral

Rusia Bangun Monumen Kemenangan, Jepang: Itu Melukai Perasaan Kami

Senin, 7 September 2026, 20:31 WIB Sumber: Sindonews
Ukuran:

Rusia meresmikan monumen baru di Khabarovsk untuk memperingati kemenangan Uni Soviet atas Kekaisaran Jepang pada 1945, berupa patung tentara Soviet setinggi 15 meter yang menghancurkan replika batu perbatasan era kekaisaran Jepang dengan popor senapan. Jepang menuntut pembongkaran monumen tersebut karena dinilai melukai perasaan rakyatnya, namun Moskow menolak keras dengan menyamakan tuntutan itu seperti menyuruh matahari untuk tidak bersinar. Rusia berdalih bahwa batu perbatasan tersebut merupakan simbol Jepang militaris yang melakukan kejahatan pada Perang Dunia II, bukan sekadar lambang keluarga kekaisaran.

Poin-Poin Utama

  • Tokyo demanded Russia dismantle newly inaugurated monument commemorating Soviet Union's 1945 victory over Imperial Japan.
  • Tokyo cited reason that monument hurts feelings of Japanese people.
  • Moscow rejected demand, comparing it to ordering Sun not to shine.
  • Monument inaugurated Friday in Khabarovsk, Russian Far East.
  • Main feature is 15-meter statue of Soviet soldier destroying border stone with rifle butt.
  • Border stone carved with Imperial Japanese chrysanthemum emblem.
  • Monument built on initiative of Russian President Vladimir Putin.
  • Design won competition against seven other projects.
  • Border stone is exact replica of one erected by Japan on Sakhalin after seizing territory post-Russo-Japanese War in early 1900s.
  • Sakhalin territory taken by Japan after Russo-Japanese War in early 20th century.
  • Nikolai Ovsiyenko serves as deputy head of presidential office for humanitarian affairs.
  • Ovsiyenko made remarks during inauguration ceremony.
  • Monument marks end of World War II.
  • Ovsiyenko stated chrysanthemum symbolizes militaristic Japan, not merely imperial family.
  • Ovsiyenko accused Japan of committing heinous crimes during World War II.
Tagar Terkait
#rusia#jepang#vladimir putin#monumen#perang dunia ii#uni soviet
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.

Buka Sumber di Sindonews

Warta Terkini Lainnya