Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Politik Netral

China-Rusia Makin Solid dengan Korea Utara

Rabu, 9 September 2026, 14:18 WIB Sumber: Kompas Dibaca 1 kali
Ukuran:

78 Korea Utara, menegaskan komitmen peningkatan kerja sama strategis dengan Pyongyang di berbagai sektor ekonomi, perdagangan, pendidikan, hingga militer. Lembaga CSIS menilai China berupaya memperdalam hubungan dengan Korut untuk mengurangi pengaruh Rusia, mengimbangi militer Jepang, dan memperkuat opsi terhadap Taiwan, sambil tidak lagi menyinggung isu denuklirisasi. Kedekatan Korut-Rusia ditandai dengan peresmian Jembatan Yakov Novichenko di Sungai Tumen yang menghubungkan jalur darat perdagangan kedua negara.

Poin-Poin Utama

  • Xi Jinping dan Vladimir Putin mengucapkan selamat HUT ke-78 Korea Utara pada 9 September 2026.
  • Xi Jinping menyatakan tawaran kerja sama China ke Korut ibarat gayung bersambut karena Kim Jong Un siap bekerja sama.
  • Kim Jong Un ingin melanjutkan relasi strategis China-Korut demi kemajuan pembangunan kedua negara.
  • Putin menyatakan hubungan baik Rusia-Korut penting bagi perdamaian kawasan dan dunia multipolar.
  • Ucapan dari Xi dan Putin dimuat di halaman utama koran Rodong Sinmun milik partai penguasa Korut.
  • Kim juga menerima ucapan dari pemimpin Vietnam, Laos, Kamboja, Mongolia, Swedia, Belarus, Singapura, Swiss, dan Zimbabwe.
  • CSIS dalam laporan 6 Agustus 2026 menyebut China menggunakan penghitungan baru dalam kerja sama strategis dengan Korut.
  • Xi memperluas kerja sama dagang dan diplomatik sejak kunjungan Kim ke Beijing pada 2025.
  • CSIS menilai China berupaya mengurangi pengaruh Rusia di Korut dan mengantisipasi pendekatan AS.
  • China berupaya menjaga Korut sebagai penyeimbang militer Jepang dan memperkuat opsi militer terhadap Taiwan.
  • China dan Korut menyepakati kerja sama di sektor ekonomi, perdagangan, agrikultur, konstruksi, sains, teknologi, dan kesehatan.
  • Korut tengah mengembangkan armada kapal perusak dengan sistem peluncuran vertikal (VLS) terbanyak di kawasan serta kemampuan triad nuklir.
  • Rusia dan Korut meresmikan Jembatan Yakov Novichenko di Sungai Tumen pada 7 September 2026 dengan panjang lebih dari 1 kilometer.
  • Jembatan dua lajur itu dirancang untuk 300 kendaraan per hari dan ditargetkan beroperasi penuh akhir 2026.
  • Sejak Februari 2022, Korut menyuplai serdadu dan logistik ke Rusia, sementara Rusia menyuplai energi, pangan, peralatan, dan teknologi militer ke Korut.
Tagar Terkait
#rusia#china#vladimir putin#korea utara#xi jinping#kim jong-un#hubungan internasional#denuklirisasi#jembatan yakov novichenko#csis
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya