Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Lingkungan Negatif

Paparan Abu Vulkanik di Lampung Mereda, Kualitas Udara dalam Kategori Sedang

Senin, 7 September 2026, 21:00 WIB Sumber: Kompas
Ukuran:

Paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau di Lampung relatif berkurang pada Senin (7/9/2026), dengan kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM 2,5 BMKG tercatat 36,2 mikrometer per meter kubik atau kategori sedang, menurun dibanding Minggu sebelumnya yang mencapai 104 mikrometer per meter kubik. Meskipun begitu, masyarakat tetap diimbau mengenakan masker, membatasi aktivitas luar ruangan, dan Bandara Internasional Radin Inten II masih ditutup sementara hingga pukul 18.00 WIB akibat 29 penerbangan dari dan menuju Lampung mengalami pembatalan karena sebaran abu vulkanik masih terdeteksi di jalur penerbangan.

Poin-Poin Utama

  • Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sejumlah wilayah di Lampung.
  • Kualitas udara di Lampung berada dalam kategori sedang berdasarkan pengukuran BMKG pada Senin (7/9/2026).
  • Konsentrasi partikulat PM 2,5 di Lampung tercatat 36,2 mikrometer per meter kubik pada Senin (7/9/2026).
  • Konsentrasi PM 2,5 pada Minggu (6/9/2026) mencapai 104 mikrometer per meter kubik atau kategori tidak sehat.
  • Paparan PM 2,5 pernah terdeteksi di atas 100 mikrometer per meter kubik di Lampung pada 2015 akibat kebakaran hutan dan lahan.
  • Warga Kecamatan Kedaton, Atikah (35), melaporkan abu vulkanik tidak setebal sebelumnya.
  • Atikah beralih ke aktivitas jual beli secara daring.
  • Itera masih memantau kualitas udara di sekitar kampus dengan pengukuran di dalam dan luar ruangan.
  • Hasil awal pengukuran partikulat luar ruangan Itera diuga masuk kategori tidak sehat.
  • Bandara Internasional Radin Inten II ditutup sementara hingga Senin (7/9/2026) pukul 18.00 WIB.
  • Terdapat 29 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Radin Inten II mengalami pembatalan.
  • Pembatalan meliputi penerbangan domestik rute Jakarta-Lampung dan sebaliknya.
  • Eva Nurhayati bertindak sebagai Koordinator Bidang Observasi, Data, dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lampung.
  • Novi Kartika Sari bertindak sebagai dosen Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sumatera (Itera).
  • Kiki Eprina Arieanti bertindak sebagai General Manager Bandara Internasional Radin Inten II.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#bmkg#lampung#erupsi anak krakatau#kualitas udara#bandara radin inten ii#pembelajaran daring
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Kompas.

Buka Sumber di Kompas

Warta Terkini Lainnya