Penutupan penerbangan di Soetta berlanjut sampai Senin pukul 23.59 WIB
Hatta (Soetta) hingga Senin (7/9) pukul 23.59 WIB akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Perpanjangan ini tertuang dalam pembaruan NOTAM A3387/26 yang menggantikan NOTAM A3373/26 sebagai langkah mitigasi keselamatan penerbangan. AirNav memantau perkembangan kondisi ruang udara dan menyampaikan informasi terkini kepada pemangku kepentingan penerbangan.
Poin-Poin Utama
- Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditutup sementara akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Penutupan berlaku mulai pukul 17.33 WIB hingga pukul 23.59 WIB pada 7 September 2026.
- Status penutupan ditetapkan melalui NOTAM A3387/26 sebagai pembaruan dari NOTAM A3373/26.
- Periode penutupan sebelumnya ditetapkan hingga pukul 18.00 WIB.
- Erupsi Gunung Anak Krakatau terjadi pada Minggu (6/9).
- Informasi disampaikan oleh EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro.
- Penutupan dilakukan oleh Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia.
- Lokasi bandara berada di Tangerang, Banten.
- Penyesuaian periode penutupan merupakan langkah mitigasi keselamatan penerbangan.
- Dasar pertimbangan penutupan adalah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- AirNav Indonesia akan memantau perkembangan kondisi ruang udara secara berkala.
- Informasi aeronautika akan diperbarui sesuai kondisi aktual.
- AirNav Indonesia berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan.
- Tujuan koordinasi memastikan informasi ruang udara tersampaikan tepat waktu.
- Bandara masih berstatus closed hingga estimasi waktu pembukaan terbaru.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Antara News.