Abu Vulkanik Gunung Lewotolok Mengarah ke Bandara, Wunopito masih Ditutup
Bandara Wunopito di Lembata, NTT, masih ditutup total sejak 1 September 2026 karena sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok mengarah ke area bandara, padahal gunung tersebut mengalami erupsi hampir setiap hari dengan intensitas tinggi (291 kali erupsi pada 6/9). Otoritas bandara belum dapat memastikan kapan penerbangan akan kembali normal karena pembukaan bergantung pada kondisi alam dan keamanan ruang udara dari material vulkanik. Sebelum penutupan, Bandara Wunopito melayani penerbangan reguler tiga kali sepekan pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
Poin-Poin Utama
- Bandara Wunopito di Kabupaten Lembata, NTT, ditutup total sejak 1 September 2026.
- Penutupan terjadi karena sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok mengarah ke area bandara.
- Gunung Lewotolok tercatat mengalami erupsi sebanyak 291 kali pada Minggu (6/9).
- Pada Senin (7/9), tercatat enam kali erupsi susulan dari pagi hingga malam.
- Sebelum penutupan, Bandara Wunopito melayani penerbangan reguler tiga kali per pekan.
- Jadwal penerbangan reguler sebelumnya adalah hari Selasa, Kamis, dan Sabtu.
- Kepala Bandara Wunopito, Sudarmana, menyatakan pembukaan bandara bergantung pada kondisi alam.
- Pembukaan menunggu hingga abu vulkanik tidak lagi mengganggu ruang udara bandara.
- Aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok tercatat masih sangat tinggi.
- Erupsi Gunung Lewotolok terjadi hampir setiap hari.
- Otoritas bandara belum dapat memprediksi kapan penerbangan kembali normal.
- Material abu vulkanik dinilai membahayakan mesin pesawat.
- Penutupan berdampak pada seluruh jadwal penerbangan reguler di Kabupaten Lembata.
- Masyarakat diimbau memantau perkembangan status gunung api dari sumber resmi.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.