Utang Pinjol Warga RI Capai Rp105,63 Triliun, Risiko Kredit Macet 4,32 Persen
OJK mencatat outstanding pinjaman online (pinjol) hingga Juli 2026 mencapai Rp105,63 triliun, tumbuh 24,76% year-on-year, sedikit melambat dari 25,88% yoy pada Juni 2026. Tingkat kredit macet (TWP90) tercatat 4,32%, naik dari 4,26% di bulan sebelumnya. Sementara itu, pembiayaan BNPL tumbuh 54,65% yoy menjadi Rp13,62 triliun, dan industri pergadaian menyalurkan Rp160,78 triliun dengan mayoritas berupa produk gadai.
Poin-Poin Utama
- OJK catat outstanding pinjol RI capai Rp105,63 triliun per Juli 2026.
- Outstanding pinjol tumbuh 24,76% year-on-year pada Juli 2026.
- Pertumbuhan Juli 2026 lebih rendah dibanding Juni 2026 sebesar 25,88% yoy.
- Tingkat kredit macet pinjol (TWP90) tercatat 4,32% per Juli 2026.
- TWP90 pinjol naik dari 4,26% pada Juni 2026.
- Pembiayaan BNPL tumbuh 54,65% yoy per Juli 2026.
- Pertumbuhan BNPL turun dibanding Juni 2026 sebesar 57,02% yoy.
- Nominal pembiayaan BNPL capai Rp13,62 triliun per Juli 2026.
- NPF gross BNPL turun ke 3,03% per Juli 2026 dari 3,09% di Juni 2026.
- Penyaluran pembiayaan industri pergadaian tumbuh 50,73% yoy per Juli 2026.
- Pertumbuhan pergadaian turun dibanding Juni 2026 sebesar 54,47% yoy.
- Nominal pembiayaan pergadaian capai Rp160,78 triliun per Juli 2026.
- Produk gadai salurkan Rp136,39 triliun atau 84,83% dari total pembiayaan pergadaian.
- Data disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman dalam RDKB Agustus 2026 pada 7 September.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.