Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Berita Netral

Erupsi Anak Krakatau Tunda 624 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

Selasa, 8 September 2026, 04:48 WIB Sumber: Republika
Ukuran:

Erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan penundaan 624 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta, berdampak pada 75.236 penumpang untuk rute domestik, internasional, dan kargo. AirNav Indonesia memperpanjang penutupan wilayah udara hingga pukul 23.59 WIB melalui NOTAM demi keselamatan penerbangan. Bandara menyediakan bus gratis ke Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya, serta makanan dan area istirahat sementara bagi penumpang terdampak.

Poin-Poin Utama

  • Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memaksa penundaan 624 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Sekitar 75.236 penumpang terdampak pada rute domestik, internasional, dan kargo.
  • 461 penerbangan domestik, 156 internasional, dan 7 layanan kargo ditunda.
  • AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM memperpanjang penutupan wilayah udara hingga pukul 23.59 WIB pada Senin (7/9).
  • Keputusan penundaan demi keselamatan dan keamanan penerbangan.
  • Garuda Indonesia menghentikan operasi pada hari tersebut.
  • Maskapai lain diperkirakan melakukan hal sama.
  • Bandara menyediakan bus gratis bagi penumpang menuju kota lain di Jawa.
  • Kota tujuan bus: Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya.
  • Keberangkatan bus pukul 14.00 dan 18.00 WIB dari terminal.
  • Bandara membagikan makanan dan minuman gratis kepada penumpang terdampak.
  • Ruang istirahat karyawan di Terminal 3 dialihfungsikan menjadi area istirahat dengan 60 tempat tidur.
  • Bandara mengimbau penumpang memantau informasi resmi maskapai dan saluran bandara.
  • Bandara menyarankan penumpang tetap di rumah hingga operasional normal diumumkan.
  • Soekarno-Hatta merupakan pusat transportasi udara utama Jakarta Raya.
Tagar Terkait
#abu vulkanik#erupsi#anak krakatau#bandara soekarno-hatta#tangerang#penerbangan ditunda
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya