Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Ekonomi Netral

Penyesuaian Harga BBM September 2026: Upaya Menjaga Daya Beli dan Tantangan Kelas Menengah

Selasa, 8 September 2026, 06:03 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Pemerintah dan Pertamina memutuskan tidak menaikkan harga BBM subsidi serta Pertamax per 1 September 2026, melainkan hanya menyesuaikan harga BBM nonsubsidi tertentu seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, demi menjaga daya beli di tengah tantangan ekonomi. Ketua FKBI Tulus Abadi menilai penyesuaian ini wajar dengan mengacu pada formula harga yang berlaku, namun menekankan potensi efek domino pada kelas menengah. Ia mendorong pemerintah menyediakan skema insentif fiskal maupun nonfiskal, seperti penguatan subsidi transportasi publik massal di Jabodetabek, serta meminta Pertamina menjaga keandalan pasokan BBM di seluruh wilayah.

Poin-Poin Utama

  • Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 1 September 2026 pukul 00:00 WIB.
  • Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter pada 1 September 2026.
  • Dexlite naik dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter pada 1 September 2026.
  • Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter pada 1 September 2026.
  • Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter pada 2 September 2026.
  • Harga Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
  • Harga Pertalite dan Biosolar tidak berubah.
  • Lebih dari 60 persen BBM Indonesia masih berasal dari impor.
  • Harga BBM nonsubsidi mengikuti formula ICP, kurs Rupiah terhadap Dolar AS, dan tingkat inflasi.
  • Ketua FKBI Tulus Abadi menyatakan penyesuaian sebagian harga BBM nonsubsidi wajar.
  • FKBI memperingatkan potensi efek domino kenaikan harga bagi kelas menengah.
  • FKBI mendorong pemerintah menyediakan skema insentif fiskal dan nonfiskal.
  • FKBI mengusulkan penguatan subsidi transportasi publik massal di Jabodetabek.
  • Pertamina didorong menjaga ketersediaan BBM subsidi dan nonsubsidi di seluruh wilayah.
  • Tulus Abadi menilai pengumuman harga terlalu dini berisiko menimbulkan penimbunan.
Tagar Terkait
#pertamina#bbm#daya beli masyarakat#tulus abadi#kelas menengah#harga bbm#bbm nonsubsidi#fkbi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya