Doa Ketika Tertimpa Musibah, Ini Tuntunan Rasulullah
Nya. Ketika tertimpa musibah, umat Islam diajarkan mengembalikan segalanya kepada Allah dengan membaca doa tuntunan Rasulullah, seperti 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha', yang berdasarkan hadits Shahih Muslim akan diberi pahala dan ganti yang lebih baik. Selain itu, buku 'Doa Menghadapi Musibah' juga menganjurkan membaca 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' serta kalimat tauhid sebagai cara menguatkan keyakinan kepada Allah saat menghadapi ujian.
Poin-Poin Utama
- Article published by REPUBLIKA.CO.ID, sourced from Jakarta.
- Musibah considered inseparable part of human life, affecting Muslim and non-Muslim alike.
- Muslims view musibah as test of faith, not solely punishment from Allah SWT.
- Allah does not give trials beyond a person's capability, per QS al-Ankabut verses 2-3.
- QS al-Ankabut 2-3 states humans will be tested after claiming belief.
- Muslims instructed to return all matters to Allah SWT when struck by musibah.
- Primary dua taught by Rasulullah: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma ajirni fi mushibati wa akhlif li khairan minha.'
- Dua means: acknowledgement of belonging to Allah, request for reward in calamity, request for better replacement.
- Hadith from Shahih Muslim promises reward and better replacement for those reciting the dua.
- Reference: Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, published by Darul Hadits, Cairo, Egypt.
- Book 'Doa Menghadapi Musibah' published by Mizan Pustaka, page 130, lists additional recommended recitations.
- Recommended recitation from QS al-Baqarah verse 156: 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.'
- Second recommended dua begins: 'La ilaha illallahul adhimul halimu. La ilaha illallahu rabbussamawati warabbul ardhi. Wa rabbul arsyil adhimi.'
- Second dua affirms Allah as Greatest, Most Forbearing, Lord of heavens, earth, and the Mighty Throne.
- Recitations meant to strengthen conviction in Allah SWT while facing trials.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.