Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Khazanah Negatif

Rahasia Doa Nabi Nuh untuk Anaknya yang Diabadikan Alquran, Mengapa 'Ditolak' Allah SWT?

Kamis, 10 September 2026, 10:17 WIB Sumber: Republika Dibaca 1 kali
Ukuran:

Kisah Nabi Nuh dalam Alquran mengungkap hakikat keimanan, terutama ketika ia berdoa untuk putranya yang enggan beriman, lalu Allah menegurnya bahwa ikatan akidah lebih utama daripada ikatan nasab (QS Hud: 45-46). Syekh Dr Ali Muhammad Ash-Shallabi menjelaskan bahwa sebagian penentang menganggap ayat tersebut menuduh Nabi Nuh berdusta. Artikel ini menegaskan bahwa doa Nabi Nuh 'ditolak' karena anaknya bukan lagi bagian dari keluarga dalam konteks keimanan.

Poin-Poin Utama

  • Kisah Nabi Nuh termasuk kisah agung dalam Alquran tentang keimanan dan penghambaan kepada Allah SWT.
  • Nabi Nuh berdoa untuk anaknya yang diabadikan dalam QS Hud ayat 45.
  • Isi doa Nabi Nuh: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan janji-Mu pasti benar.'
  • Allah menjawab melalui QS Hud ayat 46 bahwa anak tersebut bukan termasuk keluarga Nabi Nuh.
  • Alasan penolakan: perbuatan anak tersebut tidak baik (amalun ghairu shalihin).
  • Allah melarang Nabi Nuh memohon sesuatu yang tidak diketahuinya.
  • Allah menasihatkan Nabi Nuh agar tidak termasuk orang yang bodoh.
  • Ayat menegaskan akidah harus di atas ikatan nasab (kekerabatan).
  • Penafsir: Syekh Dr Ali Muhammad Ash-Shallabi, Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Sedunia.
  • Sumber kutipan: laman resmi, Kamis (10/9/2026).
  • Pendapat penentang menyebut Nabi Nuh dianggap berdusta berdasarkan ayat tersebut.
Tagar Terkait
#doa#alquran#nabi nuh#qs hud#akidah#nasab#syekh ali muhammad ash-shallabi
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.

Buka Sumber di Republika

Warta Terkini Lainnya