Perwakilan Tinggi BoP Sebut Solusi Dua Negara Mustahil Jika Hamas tak Dilucuti
Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian (BoP) Nickolay Mladenov menyatakan solusi dua negara mustahil tercapai jika situasi di Gaza tidak mengalami kemajuan, termasuk pelucutan senjata Hamas dan penarikan tentara Israel. Perdana Menteri Israel Netanyahu menolak 15 poin rencana perdamaian BoP dan bersikeras tidak menarik pasukan sebelum Hamas dilucuti sepenuhnya. Di sisi lain, Hamas menyatakan kesiapan untuk memulai fase kedua rencana perdamaian asalkan Israel juga bersedia memenuhi kewajibannya.
Poin-Poin Utama
- Nickolay Mladenov, Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian (BoP) untuk Gaza, sampaikan solusi dua negara mustahil jika situasi Gaza tak maju.
- Mladenov sampaikan pernyataan di Hili Forum, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (7/9/2026).
- Mladenov sebut lebih dari 50 persen Gaza di bawah kendali tentara Israel, kurang dari 50 persen di bawah kendali Hamas.
- Mladenov sebut kekerasan pemukim terhadap warga Palestina di Tepi Barat meningkat.
- Mladenov sebut Hamas harus serahkan persenjataannya dan Israel harus tarik diri dari Gaza.
- Mladenov sebut diperlukan pemerintahan transisi, penonaktifan senjata, dan penarikan di Gaza.
- Jared Kushner, Utusan Khusus Presiden AS, akui pemimpin Israel bertindak sedikit tak rasional di Gaza.
- Kushner sampaikan pernyataan di Kiev, Ukraina, Ahad (6/9/2026).
- Kushner kaitkan perilaku tak rasional Israel dengan pemilu Israel Oktober 2026.
- Kushner sebut Gaza tak bisa dimasuki selama ada senjata.
- Kushner sebut demiliterisasi Gaza tak mudah dan melampaui pemahaman awal.
- PM Israel Netanyahu tolak 15 poin rencana perdamaian Jalur Gaza dari Dewan Perdamaian.
- Netanyahu sampaikan penolakan dalam pernyataan video setelah pertemuan kabinet 9 Agustus 2026.
- Netanyahu tolak tarik pasukan Israel dari Gaza sebelum persenjataan Hamas dilucuti sepenuhnya.
- Pejabat Hamas konfirmasi kesiapan jalani fase berikutnya rencana perdamaian Gaza pada 8 Agustus 2026.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Republika.