73 Ton Uranium Ditemukan di Reaktor Rahasia Suriah, Assad Nyaris Punya Senjata Nuklir
Assad di Suriah mampu memproduksi material fisil untuk senjata nuklir, dengan aktivitas yang tidak pernah dideklarasikan resmi. Inspektur IAEA bulan lalu sempat mengunjungi lokasi di Deir ez-Zor dan satu lokasi lain yang tidak diungkap setelah otoritas Suriah memberikan akses pasca-penjatuhan Assad pada Desember 2024.
Poin-Poin Utama
- Reaktor nuklir hampir selesai dibangun secara rahasia di Suriah pada masa pemerintahan Assad.
- Reaktor dapat memproduksi material fisil untuk senjata nuklir.
- Temuan diungkap kepala IAEA Rafael Grossi.
- Inspektur IAEA kunjungi dua lokasi bulan lalu.
- Satu lokasi di Deir ez-Zor, lokasi kedua tidak diungkap.
- Lokasi ditunjukkan otoritas Suriah kepada inspektur.
- Grossi sebut pemerintahan sebelumnya jalankan aktivitas rahasia.
- Pernyataan disampaikan Senin saat pembukaan pertemuan triwulanan Dewan Gubernur IAEA di Wina.
- Kutipan diambil The Guardian, Selasa (8/9/2026).
- Program nuklir tidak pernah dideklarasikan resmi oleh Suriah.
- Program mencakup reaktor dibangun Korea Utara di Provinsi Deir ez-Zor, Suriah timur.
- Assad digulingkan pada Desember 2024.
- Pemerintahan baru Suriah sepakat berikan akses IAEA ke lokasi bekas fasilitas nuklir.
- Ditemukan 73 ton uranium terkait reaktor tersebut.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.