Keto vs Diet Mediterania: Mana yang Lebih Efektif Menurut Penelitian Terbaru?
diabetes atau diabetes tipe 2, menemukan keduanya sama efektif menurunkan HbA1c dan berat badan, namun diet keto sedikit lebih unggul menurunkan trigliserida. Diet keto meningkatkan kolesterol LDL akibat tingginya asupan lemak jenuh, sedangkan diet Mediterania memperbaiki profil lipid lewat lemak tak jenuh, serat, dan biji-bijian utuh. Kesimpulan ahli: diet Mediterania lebih aman untuk kesehatan jantung jangka panjang dan lebih mudah dipertahankan karena diet keto terlalu restriktif terhadap karbohidrat.
Poin-Poin Utama
- Studi dipublikasikan di jurnal American Journal of Clinical Nutrition.
- Partisipan memiliki kondisi pra-diabetes atau diabetes tipe 2.
- Kedua diet sama-sama menurunkan kadar gula darah dan berat badan.
- Keduanya menurunkan kadar HbA1c secara signifikan.
- Diet keto menurunkan trigliserida sedikit lebih tinggi dari diet Mediterania.
- Diet keto meningkatkan kolesterol LDL secara signifikan.
- Peningkatan LDL pada keto dipicu asupan lemak jenuh tinggi.
- Diet Mediterania memperbaiki profil lipid partisipan.
- Diet Mediterania menekankan lemak tak jenuh, serat, dan omega-3.
- Diet Mediterania lebih mudah diterapkan jangka panjang.
- Diet keto dianggap restriktif terhadap karbohidrat.
- Kepatuhan diet keto menurun seiring waktu.
- Diet keto memberikan hasil cepat pada penurunan berat badan.
- Ahli menyarankan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan LDL pada diet keto.
- Diet Mediterania dinilai lebih aman untuk kesehatan jantung jangka panjang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.