Ahli Sebut Erupsi Gunung Api Murni Dinamika Tektonik Bumi, Bukan Rekayasa Teknologi
Anggota IABI Daryono menegaskan bahwa tudingan erupsi gunung api di Indonesia akibat rekayasa teknologi atau senjata konspirasi tidak berdasar secara ilmu kebumian. Erupsi merupakan pelepasan energi endogenik bumi yang berskala masif, bersumber dari dinamika mantel bumi pada kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer, dan mustahil diciptakan atau dikendalikan oleh teknologi manusia. Peristiwa erupsi terjadi ketika magma naik karena gaya apung dan akumulasi tekanan gas seperti uap air, karbon dioksida, serta sulfur dioksida.
Poin-Poin Utama
- Daryono, anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), membantah tudingan erupsi gunung api akibat rekayasa teknologi.
- Daryono menyatakan erupsi gunung api mustahil disimulasi atau dikendalikan teknologi manusia.
- Energi erupsi berasal dari dinamika mantel bumi pada kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer.
- Magma naik karena densitas lebih rendah dibanding batuan sekitar.
- Tekanan gas seperti uap air, karbon dioksida, dan sulfur dioksida memicu erupsi.
- Daryono menyebut erupsi sebagai pelepasan energi endogenik bumi berskala sangat masif.
- Keterangan tertulis Daryono dirilis pada Selasa (8/9/2026).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Sindonews.