Ahli Bantah Erupsi Gunung Berapi Hasil Rekayasa Teknologi
laki, dan Sinabung, memiliki sistem magma dan dapur magma sendiri sehingga letusannya bersifat independen dan tidak saling memicu. Kesamaan waktu erupsi disebut lebih merupakan kebetulan pertemuan siklus aktivitas dan perbedaan mekanisme, seperti erupsi freatik pada Sinabung, Ibu, dan Semeru, serta erupsi magmatik gas tinggi pada Anak Krakatau.
Poin-Poin Utama
- Ahli Vulkanologi UGM Agung Harijoko tegaskan erupsi gunung api di Indonesia proses geologi alami, bukan rekayasa teknologi.
- Enam gunung api Indonesia alami erupsi berdekatan: Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, Sinabung.
- Agung nyatakan erupsi bersamaan faktor kebetulan, sistem magma tiap gunung bersifat independen.
- Dosen UGM Indranova Suhendro sebut kesamaan waktu erupsi akibat irisan siklus aktivitas berbeda.
- Semeru dan Anak Krakatau punya frekuensi erupsi tinggi; gunung lain punya periode istirahat panjang.
- Jarak antar gunung yang erupsi sangat berjauhan: Sumatera, Jawa, Selat Sunda, NTT, Maluku.
- Indo posisi gunung membuat satu erupsi mustahil picu gunung lain, hampir mustahil bangkitkan satu sama lain.
- Sinabung, Ibu, Semeru punya mekanisme erupsi freatik: panas magma panaskan air di tubuh gunung naikkan tekanan.
- Anak Krakatau alami erupsi magmatik berkaitan magma kandungan gas tinggi bersifat eksplosif.
- Lokasi diskusi di UGM Sleman, DIY, Rabu 9 September.
- Klarifikasi Indranova melansir laman resmi UGM, Selasa 8 September.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh CNN.