Beranda Minggu, 13 September 2026

!online

Tekno Netral

Daryono : Erupsi Gunung Api Bukan Rekayasa Teknologi Buatan Manusia

Selasa, 8 September 2026, 06:32 WIB Sumber: Media Indonesia
Ukuran:

Daryono menegaskan erupsi gunung api merupakan pelepasan energi endogenik bumi berskala masif yang mustahil disimulasi atau dikendalikan teknologi manusia. Aktivitas vulkanik intensif di Indonesia terkait posisi geografis di Cincin Api serta dinamika pertemuan lempeng tektonik, dengan sinyal prekursor geofisika yang dapat dipantau sebelum erupsi. Ia meminta masyarakat tidak percaya narasi yang mengaitkan erupsi dengan rekayasa teknologi karena klaim tersebut mengabaikan bukti ilmiah geologi.

Poin-Poin Utama

  • Daryono, pegiat mitigasi bencana, tegaskan erupsi gunung api fenomena alami, bukan rekayasa teknologi.
  • Pernyataan Daryono sampaikan pada Selasa (8/9).
  • Energi pemicu erupsi berasal dari dinamika bumi pada kedalaman puluhan hingga ratusan kilometer di bawah permukaan.
  • Magma bergerak naik karena densitas lebih rendah dibanding batuan sekitar.
  • Tekanan pada kantong magma capai ratusan megapascal.
  • Gas dominan dalam sistem magma: uap air, karbon dioksida, sulfur dioksida.
  • Indonesia terletak di kawasan Cincin Api atau Ring of Fire.
  • Empat lempeng tektonik utama bertemu: Indo-Australia, Eurasia, Pasifik, Filipina.
  • Suplai magma hasil penunjaman samudra berlangsung dalam skala waktu jutaan tahun.
  • Aktivitas beberapa gunung api berdekatan dapat terjadi setelah gempa besar akibat perubahan tegangan kerak bumi.
  • Sinyal prekursor erupsi: gempa vulkanik dalam dan dangkal serta tremor.
  • Instrumen geodesi (GPS, tiltmeter) deteksi deformasi tubuh gunung api pra-letusan.
  • Akumulasi massa dan energi pra-erupsi berlangsung hitungan bulan hingga tahunan.
  • Suhu magma capai 1.200 derajat Celsius.
  • Klaim manusia mampu sumber energi untuk merekayasa pergerakan jutaan meter kubik magma dinilai mustahil.
Tagar Terkait
#mitigasi bencana#erupsi gunung#vulkanik#daryono#geologi#cincin api
Ingin membaca liputan lengkap di portal penerbit?

Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.

Buka Sumber di Media Indonesia

Warta Terkini Lainnya