164 Negara Dukung Penggunaan Peta Dunia Baru
Majelis Umum PBB menyetujui resolusi penggunaan peta dunia baru dengan proyeksi Equal Earth yang lebih akurat dalam menggambarkan luas area, khususnya benua Afrika. Resolusi yang diajukan Togo ini didukung 164 negara, dengan Amerika Serikat sebagai satu-satunya penentang. Langkah ini mendorong penggantian peta Mercator yang selama ini mendistorsi ukuran wilayah karena makin jauh dari khatulistiwa tampak makin besar.
Poin-Poin Utama
- Majelis Umum PBB menyetujui penggunaan peta dunia baru dengan skala lebih realistis.
- Resolusi diajukan oleh Togo, negara anggota PBB dari Afrika Barat dan anggota Uni Afrika.
- 164 negara anggota PBB mendukung resolusi tersebut.
- Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara yang menentang resolusi.
- Enam negara abstain dalam pemungutan suara tersebut.
- Resolusi mendorong penggunaan peta proyeksi Equal Earth untuk situasi yang tidak memerlukan ketelitian sudut.
- Peta Mercator diciptakan oleh Gerhard Mercator dan berabad-abad menjadi standar dunia.
- Pada peta Equal Earth, Afrika tampak lebih besar dan mendekati ukuran sebenarnya.
- Pada peta Equal Earth, ukuran Amerika Serikat tampak lebih kecil dan mendekati kondisi geografis sebenarnya.
- Menteri Luar Negeri Togo Robert Dussey menyatakan peta membentuk pemahaman tentang dunia dan tidak pernah netral.
- Dussey menyebut keputusan ini soal keadilan, martabat, kesetaraan, dan cara menggambarkan dunia.
- Amerika Serikat menyebut usulan tersebut sebagai proyek ideologis.
- Pada proyeksi Mercator, wilayah makin jauh dari khatulistiwa tampak makin besar.
- Luas Greenland pada peta Mercator tampak kira-kira sama dengan Afrika, padahal Afrika 14 kali lebih besar.
- Peta Equal Earth memperbaiki perbandingan ukuran tetapi bentuk dan sudut kadang tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.