PBB Gunakan Peta Dunia Baru, Apa yang Salah dari Peta Lama?
PBB menyerukan penggantian peta dunia lewat resolusi 'Correct the Map' karena peta Mercator (1569) mendistorsi ukuran benua—Afrika tampak sekecil Greenland padahal 14 kali lebih besar—sehingga mengecilkan persepsi politik dan ekonomi terhadap Afrika. Sebagai gantinya, PBB mengadopsi proyeksi Equal Earth yang lebih akurat menampilkan luas daratan, meski mengorbankan garis lurus untuk navigasi. Tidak ada proyeksi peta yang bisa sempurna mempertahankan luas, bentuk, jarak, dan arah sekaligus karena keterbatasan merepresentasikan permukaan bola pada bidang datar.
Poin-Poin Utama
- PBB menyerukan penggantian peta dunia yang banyak digunakan saat ini dengan peta lebih akurat.
- Resolusi 'Correct the Map' diadopsi Majelis Umum PBB.
- Peta Mercator menampilkan Afrika seolah-olah berukuran serupa dengan Greenland, padahal Afrika sekitar 14 kali lebih besar.
- Peta baru yang diadopsi PBB menggunakan proyeksi Equal Earth (Bumi Setara).
- Peta Mercator diciptakan pada 1569 oleh pembuat peta asal Flanders, Gerardus Mercator.
- Tujuan awal peta Mercator adalah membantu pelaut Eropa bernavigasi dengan garis lurus sesuai arah kompas.
- Mercator memperlebar garis lintang menjauh dari khatulistiwa menuju kutub untuk menjaga akurasi sudut.
- Distorsi peta Mercator membuat negara dekat khatulistiwa tampak lebih kecil dan negara dekat kutub tampak meregang.
- Karya Mercator berusia lebih dari 450 tahun masih menjadi dasar peta di ruang kelas, televisi, daring, termasuk Google Maps.
- Peta Equal Earth dikembangkan pada 2018 terinspirasi proyeksi Robinson tahun 1963.
- Peta Equal Earth diadopsi anggota Uni Afrika pada Februari sebelum diadopsi PBB.
- Peta Equal Earth mengorbankan garis lurus sehingga tidak ideal untuk navigasi dan tidak bisa mengukur jarak sebenarnya.
- Peta Peters dirancang sejarawan Jerman Arno Peters pada awal 1970-an.
- Proyeksi Peters pertama kali dijelaskan pembuat peta Skotlandia James Gall pada 1855.
- Proyeksi Peters mengorbankan akurasi bentuk demi akurasi skala, dengan wilayah kutub tertekan dan khatulistiwa meregang.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh DetikNews.