413 Rumah Sakit dan 830 Puskesmas Disiagakan Hadapi Dampak Abu Vulkanik
Kemenkes menyiagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas di 20 kabupaten/kota untuk merespons dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menjangkau sekitar 23,36 juta jiwa di Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, lengkap dengan PSC 119, TCK, ambulans, dan lebih dari 100.000 masker N95. Kemenkes mencatat kecenderungan peningkatan kasus ISPA di Banten, Lampung, dan Jawa Barat, sementara kualitas udara berdasarkan data ISPU per 6 September 2026 bervariasi dari kategori sedang hingga tidak sehat dengan PM2,5 sebagai parameter kritis. Kemenkes mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan PPOK, untuk mengurangi paparan abu, mengenakan masker N95 dan pelindung mata, serta segera memeriksakan diri bila mengalami keluhan pernapasan.
Poin-Poin Utama
- Kemenkes siagakan 413 rumah sakit dan 830 puskesmas hadapi dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Wilayah terdampak mencakup Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
- Sekitar 23,36 juta jiwa terdampak abu vulkanik berdasarkan pemantauan Kemenkes.
- Fasilitas kesehatan disiagakan di 20 kabupaten/kota terdampak.
- Kemenkes siapkan pos pelayanan kesehatan, rumah sakit rujukan, tenaga kesehatan, dan ambulans.
- PSC 119 dan TCK disiagakan di kabupaten/kota sebagai respons kedaruratan kesehatan.
- Lebih dari 100.000 masker N95 dan masker medis dimobilisasi ke daerah terdampak.
- Ribuan kacamata goggle, obat-obatan, dan alat kesehatan dikirim gratis ke Lampung, Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.
- Kemenkes catat peningkatan kasus ISPA, terutama di Banten, Lampung, dan Jawa Barat.
- Pneumonia belum menunjukkan pola peningkatan seragam di wilayah terdampak.
- Data ISPU per 6 September 2026 pukul 12.16 WIB menunjukkan kualitas udara kategori sedang hingga tidak sehat.
- PM2,5 menjadi parameter kritis dalam pemantauan kualitas udara.
- Pelabuhan Bakauheni: PM2,5 masih aman, namun PM10 melampaui baku mutu di seluruh titik.
- Kelompok rentan: anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma, PPOK, dan pekerja luar ruangan.
- Masker disarankan: N95, KN95, KF94, FFP2, atau masker medis sebagai alternatif sementara.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.