Kekeringan Jawa Tengah Meluas ke 30 Daerah 36,2 Juta Liter Air Disalurkan
Kekeringan di Jawa Tengah meluas ke 30 dari 35 kabupaten/kota akibat musim kemarau panjang yang bersamaan dengan fenomena El Nino, dengan 26 daerah telah menetapkan status siaga hingga tanggap darurat. BPBD Jawa Tengah telah menyalurkan 36,2 juta liter air bersih kepada 1,18 juta jiwa di 747 desa, dengan Kabupaten Klaten sebagai penerima bantuan terbesar. BMKG memprediksi awal musim penghujan akan mundur dari biasanya Oktober menjadi November hingga pertengahan Desember, sementara pemerintah terus berupaya melakukan distribusi air bersih secara berkelanjutan.
Poin-Poin Utama
- Kekeringan meluas ke 30 kabupaten/kota dari total 35 daerah di Jawa Tengah per 8 September 2026.
- BPBD Jawa Tengah salurkan 36,2 juta liter air bersih untuk warga terdampak kekeringan.
- Distribusi air jangkau 747 desa di 250 kecamatan.
- Bantuan air sasar 1.182.023 jiwa yang alami kesulitan air.
- 26 kabupaten/kota tetapkan status siaga darurat hingga tanggap darurat.
- Kabupaten Klaten terima bantuan air bersih terbanyak.
- Wilayah lain penerima bantuan signifikan: Pemalang, Sragen, Kota Magelang, Karanganyar, Batang, Kota Tegal, Kota Pekalongan.
- Fenomena El Nino bersamaan musim kemarau perparah kekeringan sumber mata air.
- Warga Dusun Ngedat, Grobogan, antre di sendang yang mulai kering.
- Warga tempuh perjalanan hingga 3 kilometer untuk ambil air.
- Warga Blora bolak-balik 3-4 kali sehari sejauh 2 kilometer demi air bersih.
- Sungai, waduk, bendungan di Jawa Tengah mulai kering, ancam produktivitas pertanian.
- BMKG nyatakan kemarau tahun ini lebih kering dari normal.
- Awal musim penghujan diprediksi mundur ke November hingga pertengahan Desember 2026, dari biasanya awal hingga pertengahan Oktober.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.