Utang Whoosh Direstrukturisasi 80 Tahun, Purbaya: Bebannya tak Besar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengambilalihan utang Kereta Cepat Whoosh dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September, dengan mekanisme pembayaran melalui SMV seperti SMI atau INA. Utang Whoosh telah direstrukturisasi menjadi tenor 80 tahun dengan cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun, sehingga Purbaya menilai bebannya tidak besar dan uangnya cukup berlebih. Purbaya juga membuka kemungkinan perpanjangan jalur Whoosh ke Jawa Timur setelah berdiskusi dengan pihak pemerintah Tiongkok.
Poin-Poin Utama
- Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pengambilalihan utang Whoosh oleh Kementerian Keuangan.
- Proses serah terima dari Danantara ke Kemenkeu direncanakan 15 September.
- Mekanisme pembayaran kemungkinan melalui SMV Kemenkeu, yaitu SMI atau INA.
- Purbaya menilai satu SMV cukup karena cicilan tidak terlalu besar.
- Total utang Whoosh telah direstrukturisasi menjadi tenor 80 tahun.
- Cicilan utang Whoosh sekitar Rp1 triliun per tahun.
- Purbaya menyebut beban cicilan tidak seberat yang dibayangkan setelah restrukturisasi.
- Purbaya telah berbicara dengan Menkeu Tiongkok soal perpanjangan jalur Whoosh.
- Rencana perpanjangan jalur Whoosh hingga Jawa Timur.
- Pemerintah Tiongkok disebut tertarik dengan rencana perpanjangan jalur tersebut.
- Aset kereta cepat Whoosh akan dimiliki SMV di bawah Kemenkeu.
- Purbaya menyatakan uang untuk penanganan utang Whoosh cukup berlebih.
- Pernyataan disampaikan di Jakarta Utara pada Selasa (8/9).
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.