Anak Krakatau Masih Erupsi, BMKG Sebut Abu Tak Mengarah ke Jakarta
Gunung Anak Krakatau kembali erupsi, namun BMKG memprakirakan sebaran abu vulkanik tidak mengarah ke Jakarta karena kondisi meteorologi saat ini. Sebelumnya, BMKG menemukan dua klaster pergerakan abu, yakni ke arah barat pada ketinggian sekitar 50.000 kaki dan ke arah timur pada ketinggian 12.000–15.000 kaki, yang sempat mengganggu sejumlah bandara. BMKG memantau arah sebaran abu menggunakan radiosonde dan menjelaskan bahwa Indonesia memasuki musim kemarau dengan angin timuran, sehingga abu diprakirakan bergerak ke barat atau sedikit utara, meski tidak bisa memastikan arah untuk erupsi berikutnya.
Poin-Poin Utama
- Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi pada Selasa (8/9/2026).
- BMKG memprakirakan abu vulkanik dari erupsi terbaru GAK tidak mengarah ke Jakarta.
- BMKG menemukan dua klaster pergerakan abu vulkanik pada ketinggian berbeda dalam beberapa hari sebelumnya.
- Pada ketinggian sekitar 50.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah barat.
- Pada ketinggian 12.000 hingga 15.000 kaki, abu vulkanik bergerak ke arah timur.
- Pergerakan abu vulkanik tersebut sempat mengganggu sejumlah bandara.
- Informasi terkait erupsi GAK menjadi tugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
- BMKG bertugas memantau sebaran dampak abu vulkanik, bukan erupsinya.
- Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyampaikan informasi ini seusai RDP Komisi V DPR.
- RDP tersebut membahas RKA K/L 2027 bersama Sestama BMKG dan Sestama BNPP/Basarnas.
- BMKG tidak bisa memastikan secara mutlak arah sebaran abu untuk erupsi berikutnya.
- Kondisi atmosfer memiliki perlapisan dengan arah dan kecepatan angin yang dapat berbeda.
- Indonesia memasuki musim kemarau yang ditandai dengan angin timuran dari Australia menuju Asia.
- Dengan pola angin tersebut, abu GAK secara umum diprakirakan bergerak ke barat atau sedikit utara.
- BMKG menggunakan radiosonde untuk mengukur arah dan kecepatan angin berdasarkan lapisan atmosfer.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Liputan6.