Purbaya Buka Rencana Pemda Bisa Utang ke SMI
Menteri Keuangan Purbaya membuka peluang bagi pemerintah daerah untuk berutang ke PT SMI guna membiayai kebutuhan infrastruktur, misalnya pembangunan jembatan, yang selama ini sudah dianggarkan tetapi tidak terealisasi. Pinjaman dari SMI dipilih karena lembaganya bersifat profesional dan dapat mengawasi progres pembangunan secara berkala, sehingga anggaran tidak berhenti pada tahap penganggaran. Purbaya menegaskan skema ini hanya untuk menutup kebutuhan yang belum terpenuhi dan menepis kekhawatiran gagal bayar karena cicilan dapat dibayar dari sebagian dana DBH atau transfer pusat ke daerah.
Poin-Poin Utama
- Purbaya opened plan allowing regional governments to borrow from PT SMI.
- Debt repayment to SMI will use portion of DBH (Dana Bagi Hasil) funds.
- Statement delivered during media briefing in Jakarta on Tuesday (8/9).
- Purbaya highlighted unbuilt infrastructure in regions despite budget allocation.
- Bridge construction cited as example of unrealized regional infrastructure.
- Program targets construction of 1,000 bridges.
- Emergency bridge construction involves the Indonesian military (TNI).
- PT SMI described as professional financing institution monitoring project progress.
- PT SMI will track project developments periodically like a bank.
- Mechanism aims to convert budgets into physical infrastructure assets.
- Purbaya dismissed concerns over default risk for regional governments.
- Purbaya dismissed concerns over additional financial burden for regional governments.
- Repayment sourced from portion of central government transfer funds to regions.
- SMI financing scheme targets unmet regional infrastructure needs.
- Purbaya noted scheme does not mean central government will increase regional fund allocations.
Hak cipta dan publikasi utuh dimiliki oleh Media Indonesia.